RAKYATKU.COM,MANADO – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan kepolisian untuk mengatasi dinamika penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah.
Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, dan Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Yudho Hermanto, di tengah kebutuhan penguatan pasokan dan distribusi BBM kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah langkah menjadi perhatian bersama, mulai dari percepatan distribusi Pertalite, pemantauan stok di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga pengaturan pelayanan untuk menjaga ketertiban masyarakat.
Pertamina juga menyampaikan perkembangan pasokan, termasuk kedatangan kapal tanker yang membawa sekitar 5 juta liter Pertalite ke Bitung dan rencana tambahan pasokan sebanyak 10 juta liter.
Koordinasi lintas sektor ini diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi energi sekaligus membantu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Kapal Pengangkut 5 Juta Liter Pertalite Tiba di Bitung
Baca Juga : Selamatkan Burung Sampiri dari Ancaman Kepunahan, Pertamina Bitung Perkuat Program Konservasi
Salah satu perkembangan yang disampaikan Pertamina adalah kedatangan kapal MT Maritim Khatulistiwa di Depot Bitung.
Kapal tersebut mengangkut Pertalite dengan muatan sekitar 5 juta liter sebagai bagian dari penguatan pasokan untuk wilayah Sulawesi Utara.
Kedatangan kapal menjadi tahapan penting dalam proses pemenuhan kebutuhan BBM sebelum pasokan didistribusikan lebih lanjut ke SPBU.
Baca Juga : Pertalite di Manado Diperkuat 5 Juta Liter, Pertamina Pantau Kapal Tanker Menuju Bitung
Selain pasokan yang telah tiba, Pertamina juga menyiapkan tambahan Pertalite sebanyak 10 juta liter yang dijadwalkan masuk melalui Integrated Terminal (IT) Bitung.
Tambahan tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan pasokan dan mendukung kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Namun, dalam keterangan perusahaan tertanggal 16 Oktober 2026, belum disebutkan jadwal pasti kedatangan tambahan 10 juta liter tersebut.
Baca Juga : Heboh Pertalite Ganjil-Genap di Makassar, Pertamina Tegaskan Informasi Itu Hoaks
Pertamina juga belum merinci waktu pembongkaran seluruh muatan maupun jadwal penyaluran ke masing-masing SPBU.
Dengan demikian, pasokan sekitar 5 juta liter yang telah merapat dan tambahan 10 juta liter yang masih dijadwalkan datang merupakan dua perkembangan distribusi yang berbeda.
Distribusi dari Gorontalo Diperkuat 168 Ribu Liter
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Uji Coba Klasterisasi Layanan Biosolar di Kota Makassar
Selain mengandalkan pengiriman melalui jalur laut, Pertamina memanfaatkan dukungan distribusi dari Integrated Terminal Gorontalo.
Penyaluran tambahan sebanyak 168 ribu liter dilakukan melalui jalur darat untuk mendukung kebutuhan BBM di Kotamobagu dan Bolaang Mongondow.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian distribusi berdasarkan kebutuhan wilayah.
Dukungan dari terminal lain memungkinkan penguatan penyaluran dilakukan melalui lebih dari satu jalur distribusi.
Pertamina menyatakan terus memantau kondisi stok dan kebutuhan SPBU agar pengiriman dapat diprioritaskan sesuai perkembangan di lapangan.
Pengaturan tersebut juga mencakup koordinasi operasional antara terminal BBM dan lembaga penyalur.
Melalui langkah ini, perusahaan berupaya menjaga ketersediaan Pertalite sekaligus mempercepat penyaluran di wilayah yang membutuhkan penguatan pasokan.
Pertamina dan Pemerintah Daerah Perkuat Koordinasi
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa penguatan pasokan harus dibarengi dengan koordinasi berbagai pihak.
Menurutnya, perusahaan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian distribusi agar pelayanan BBM dapat berjalan lebih optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan penyaluran BBM berjalan optimal. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penguatan pasokan, optimalisasi distribusi dari terminal BBM ke SPBU, hingga pemantauan kondisi stok secara berkala agar penyaluran dapat diprioritaskan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Lilik.
Koordinasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah BBM yang tersedia, tetapi juga kelancaran distribusi hingga pelayanan kepada konsumen.
Pertamina turut mengoptimalkan peran petugas marshall untuk membantu pengaturan antrean kendaraan di SPBU.
Selain itu, pemantauan stok dilakukan untuk menentukan prioritas pengiriman berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing lokasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan pelayanan di tengah dinamika pengisian BBM yang terjadi di Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut Dukung Penguatan Distribusi BBM
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyatakan pemerintah provinsi siap mendukung berbagai langkah Pertamina dalam menjaga kelancaran penyaluran BBM.
Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan upaya mendorong masyarakat menggunakan energi secara bijaksana.
Menurutnya, kelancaran distribusi BBM memiliki kaitan erat dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Karena itu, pemerintah daerah berkepentingan memastikan upaya penguatan pasokan dapat berjalan dengan baik.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap mendukung upaya Pertamina dalam menjaga kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Melalui penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN sesuai ketentuan yang berlaku, diharapkan mobilitas dapat dikelola dengan baik sehingga penggunaan BBM menjadi lebih efisien,” ujar Yulius.
Pernyataan tersebut juga menyoroti pengelolaan mobilitas sebagai salah satu aspek dalam penggunaan energi.
Kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara, sebagaimana disampaikan gubernur, diharapkan dapat membantu efisiensi penggunaan BBM sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, keterangan tersebut tidak merinci jadwal, cakupan instansi, ataupun mekanisme pelaksanaan WFH.
Karena itu, informasi mengenai penerapannya tetap perlu merujuk pada ketentuan resmi pemerintah daerah.
Kapolda Minta Masyarakat Tetap Tenang
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Yudho Hermanto, mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi kondisi penyaluran BBM.
Ia menyampaikan bahwa Pertamina sedang melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat distribusi, dengan dukungan koordinasi dari pemerintah daerah dan aparat terkait.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Pertamina sedang melakukan berbagai langkah untuk mempercepat penyaluran BBM di Sulawesi Utara. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran distribusi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Yudho.
Kepolisian turut berperan dalam mendukung ketertiban pelayanan, termasuk melalui koordinasi pengaturan situasi di lapangan.
Pengawasan dan pengelolaan antrean menjadi perhatian agar aktivitas pengisian BBM tidak menimbulkan gangguan yang lebih luas.
Dalam kondisi meningkatnya kebutuhan masyarakat, ketertiban konsumen juga menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran pelayanan.
Pembelian BBM Diminta Sesuai Kebutuhan
Pertamina mengajak masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti informasi dari saluran resmi perusahaan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga pelayanan tetap tertib selama penguatan pasokan berlangsung.
Lilik juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Polda Sulawesi Utara dalam membantu kelancaran distribusi energi.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi dan Polda Sulawesi Utara dalam menjaga kelancaran penyaluran energi. Kami akan terus mengoptimalkan distribusi dan memantau kondisi stok di SPBU agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Kami juga mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti informasi resmi dari Pertamina,” tambah Lilik.
Pertamina menyatakan pemantauan akan terus dilakukan terhadap kedatangan kapal, pembongkaran muatan, kondisi stok, dan proses penyaluran ke SPBU.
Perusahaan juga berkomitmen menyampaikan perkembangan distribusi sesuai kondisi operasional.
Masyarakat yang mengalami kendala pelayanan atau menemukan indikasi pelanggaran penyaluran BBM dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.
Sinergi Tiga Pihak Diharapkan Percepat Penyaluran
Audiensi antara Pertamina, Gubernur Sulawesi Utara, dan Kapolda menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan dinamika distribusi BBM.
Penguatan pasokan dilakukan melalui kedatangan sekitar 5 juta liter Pertalite di Bitung, dukungan 168 ribu liter dari Gorontalo untuk Kotamobagu dan Bolaang Mongondow, serta rencana tambahan pasokan 10 juta liter.
Di sisi pelayanan, Pertamina mengoptimalkan pengaturan antrean dan prioritas distribusi berdasarkan kebutuhan SPBU.
Sementara itu, pemerintah daerah dan kepolisian mendukung koordinasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung tertib.
Meski berbagai langkah telah dilakukan, Pertamina belum menyampaikan target waktu normalisasi pelayanan BBM di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Perkembangan pasokan dan distribusi masih akan dipantau secara berkala agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan lebih baik.
Melalui kerja sama lintas sektor tersebut, Pertamina berharap kelancaran penyaluran energi dapat terus diperkuat untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian Sulawesi Utara.
TAG
- #Pertamina Patra Niaga
- #Pertamina Sulawesi
- #BBM Sulawesi Utara
- #Pertalite Manado
- #Pasokan Pertalite Sulut
- #Gubernur Sulawesi Utara
- #Yulius Selvanus
- #kapolda sulut
- #Yudho Hermanto
- #Lilik Hardiyanto
- #integrated terminal bitung
- #Integrated Terminal Gorontalo
- #MT Maritim Khatulistiwa
- #BBM Kotamobagu
- #BBM Bolaang Mongondow
- #distribusi BBM
- #SPBU Sulut
- #Berita Manado