RAKYATKU.COM,BITUNG – Upaya menjaga kelestarian burung Sampiri atau Nuri Talaud (Eos histrio talautensis) terus mendapat perhatian. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung mengembangkan program konservasi untuk mendukung perlindungan satwa endemik yang menjadi salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Sulawesi Utara.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada upaya pelestarian burung Sampiri, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga satwa dan lingkungan alaminya.
Melalui dua pendekatan utama, yakni Storylab for Sampiri dan program breeding atau pengembangbiakan, Pertamina berupaya menghubungkan kegiatan edukasi dengan langkah konservasi yang lebih berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, khususnya dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah Sulawesi Utara.
Mengenalkan Sampiri kepada Generasi Muda
Salah satu perhatian dalam program konservasi ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan burung Sampiri.
Baca Juga : Pertalite di Manado Diperkuat 5 Juta Liter, Pertamina Pantau Kapal Tanker Menuju Bitung
Satwa tersebut memiliki nilai penting sebagai bagian dari kekayaan hayati daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Namun, pelestarian satwa tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan konservasi secara langsung. Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan satwa juga menjadi faktor yang perlu diperkuat.
Melalui program Storylab for Sampiri, Pertamina menghadirkan pendekatan edukasi lingkungan dengan menggunakan cerita sebagai sarana penyampaian informasi.
Baca Juga : Heboh Pertalite Ganjil-Genap di Makassar, Pertamina Tegaskan Informasi Itu Hoaks
Metode tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal burung Sampiri dan memahami pentingnya menjaga kelestariannya.
Penyampaian pesan konservasi melalui cerita diharapkan dapat membuat pembelajaran mengenai lingkungan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, isu pelestarian satwa tidak hanya diperkenalkan sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kekayaan alam daerah.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Uji Coba Klasterisasi Layanan Biosolar di Kota Makassar
Program edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sejak dini sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keberadaan satwa endemik.
Pengembangbiakan Jadi Bagian dari Strategi Pelestarian
Selain memperkuat edukasi lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga mengembangkan program breeding sebagai salah satu pendekatan konservasi burung Sampiri.
Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS
Pengembangbiakan diarahkan untuk mendukung keberlangsungan populasi satwa tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian yang membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek, termasuk keberadaan satwa, kondisi lingkungan, dan dukungan pihak-pihak yang terlibat.
Program konservasi melalui pengembangbiakan juga memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan agar tujuan pelestarian dapat dicapai.
Meski demikian, Pertamina belum merinci jumlah burung Sampiri yang mengikuti program pengembangbiakan, lokasi fasilitas, maupun hasil perkembangbiakan yang telah dicapai.
Karena itu, program tersebut belum dapat dinilai berdasarkan peningkatan populasi atau jumlah individu yang berhasil dikembangbiakkan.
Informasi yang disampaikan perusahaan menegaskan bahwa pengembangbiakan menjadi salah satu langkah yang dijalankan untuk mendukung pelestarian Sampiri.
Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, dukungan masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi.
“Melalui program konservasi Sampiri ini, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan peduli terhadap satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Sulawesi Utara. Edukasi melalui Storylab for Sampiri dan penguatan upaya konservasi melalui program breeding merupakan langkah yang saling melengkapi. Kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus mendukung kelestarian burung Sampiri untuk generasi mendatang,” ujar Lilik.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Karena itu, kerja sama dengan komunitas lokal dan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi menjadi bagian penting dalam pengembangan program.
Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu memperluas pemahaman mengenai pentingnya menjaga satwa endemik.
Selain itu, kolaborasi juga diperlukan agar kegiatan konservasi tidak berhenti pada satu program, tetapi dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Menjaga Burung Sampiri Berarti Menjaga Ekosistem
Pelestarian burung Sampiri memiliki arti penting dalam upaya mempertahankan keanekaragaman hayati Sulawesi Utara.
Dalam keterangan Pertamina, burung tersebut disebut memiliki peran ekologis dalam membantu menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk melalui aktivitas makannya.
Keberadaan satwa liar berkaitan dengan berbagai proses alami yang berlangsung di lingkungannya.
Karena itu, perlindungan satwa perlu disertai perhatian terhadap kondisi habitat tempat satwa tersebut hidup.
Upaya konservasi yang hanya berfokus pada individu satwa tanpa memperhatikan lingkungan alaminya berpotensi menghadapi berbagai tantangan.
Perlindungan habitat menjadi bagian penting agar satwa memiliki lingkungan yang mendukung keberlangsungan hidupnya.
Selain itu, peningkatan pemahaman masyarakat juga diperlukan untuk mengurangi berbagai aktivitas yang dapat mengganggu kelestarian satwa.
Melalui pendekatan edukasi dan konservasi, Pertamina berharap kesadaran terhadap pentingnya menjaga kekayaan hayati lokal dapat semakin berkembang.
Konservasi Sampiri Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program pelestarian burung Sampiri yang dijalankan melalui Integrated Terminal Bitung juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Salah satunya adalah SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, yang berkaitan dengan perlindungan keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan konservasi, perusahaan berupaya mendukung perlindungan satwa endemik sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia.
Sementara itu, kegiatan Storylab for Sampiri juga sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Pendekatan edukasi lingkungan diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya menjaga alam.
Program ini juga dikaitkan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan pemangku kepentingan dinilai penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan konservasi secara berkelanjutan.
Ketiga tujuan tersebut menjadi kerangka yang digunakan Pertamina dalam menghubungkan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Dorong Kepedulian Lingkungan yang Berkelanjutan
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus mendorong program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Integrated Terminal Bitung, perusahaan berupaya memperkuat kegiatan pelestarian satwa sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap kekayaan hayati daerah.
Program konservasi Sampiri menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam mendukung perlindungan lingkungan di Sulawesi Utara.
Perusahaan berharap kegiatan edukasi dan pengembangbiakan dapat saling melengkapi dalam menjaga keberlangsungan satwa tersebut.
Di sisi lain, keberhasilan konservasi dalam jangka panjang tetap membutuhkan pemantauan terhadap perkembangan program, kondisi habitat, dan hasil kegiatan pelestarian.
Informasi mengenai perkembangan tersebut menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana program memberikan kontribusi terhadap perlindungan Sampiri.
Melalui Storylab for Sampiri dan program pengembangbiakan, Pertamina berupaya membangun pendekatan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan satwa, tetapi juga pada peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Perusahaan berharap inisiatif tersebut dapat mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam menjaga burung Sampiri sebagai bagian dari kekayaan alam Sulawesi Utara yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
TAG
- #Pertamina Patra Niaga
- #Pertamina Regional Sulawesi
- #integrated terminal bitung
- #Burung Sampiri
- #Nuri Talaud
- #Konservasi Sampiri
- #Eos histrio talautensis
- #Storylab for Sampiri
- #Konservasi Satwa
- #Keanekaragaman Hayati
- #Lingkungan Sulawesi Utara
- #Lilik Hardiyanto
- #Pengembangbiakan Satwa
- #CSR Pertamina
- #TJSL Pertamina
- #SDGs
- #Ekosistem Daratan
- #Edukasi Lingkungan
- #Berita Bitung