RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menanggapi situasi operasional penerbangan yang terdampak kondisi
cuaca buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Manajemen Bandara Internasional Sultan
Hasanuddin terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta
Baca Juga : Penjelasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Terkait Situasi Timur Tengah dan Penerbangan Umrah
seluruh pemangku kepentingan terkait perkembangan situasi dan memastikan informasi penerbangan
tersampaikan secara akurat kepada masyarakat.
Berdasarkan data operasional pada Senin, 12 Oktober 2026, tercatat 7 penerbangan mengalami
Baca Juga : Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Tanam Mangrove di Desa Ampekale Maros
pembatalan dengan total 1.070 penumpang terdampak. Pembatalan tersebut melibatkan maskapai
Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air, dengan rincian sebagai berikut:
- Lion Air JT-940, rute Makassar (UPG)–Sorong (SOQ), jadwal keberangkatan pukul 02.40 WITA,
Baca Juga : Sultan Hasanuddin Airport Gelar 3x3 Competition, Dukung Bandara Sebagai Destinasi Wisata
sebanyak 189 penumpang.
- Lion Air JT-888, rute Makassar (UPG)–Ambon (AMQ), jadwal keberangkatan pukul 09.25 WITA,
sebanyak 196 penumpang.
- Lion Air JT-944, rute Makassar (UPG)–Sorong (SOQ), jadwal keberangkatan pukul 11.25 WITA,
sebanyak 168 penumpang.
- Sriwijaya Air SJ-902, rute Makassar (UPG)–Sorong (SOQ), jadwal keberangkatan pukul 10.20
Baca Juga : Bandara Sultan Hasanuddin Salurkan Bantuan Bibit Mangrove Program CSR
WITA, sebanyak 124 penumpang.
- Lion Air JT-896, rute Makassar (UPG)–Ternate (TTE), jadwal keberangkatan pukul 07.30 WITA,
sebanyak 168 penumpang.
- Wings Air IW-1300, rute Makassar (UPG)–Mamuju (MJU), jadwal keberangkatan pukul 17.10
WITA, sebanyak 36 penumpang.
- Lion Air JT-980, rute Makassar (UPG)–Ternate (TTE), jadwal keberangkatan pukul 15.15 WITA,
Baca Juga : Sultan Hasanuddin Airport Gelar 3x3 Competition, Dukung Bandara Sebagai Destinasi Wisata
sebanyak 189 penumpang.
Dalam penanganan penumpang terdampak, manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai
penerbangan untuk mendukung penyediaan langkah penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang
berlaku. Langkah tersebut meliputi pengembalian dana tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan
(reschedule), serta penyediaan area istirahat bagi penumpang yang terdampak.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa
koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memantau perkembangan
kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan.
Manajemen juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebagai bahan
pemantauan dan koordinasi operasional, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan
penerbangan
"Bagi calon penumpang, kami mengimbau agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status
penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal
keberangkatan sebelum menuju bandara," katanya.