Senin, 12 Oktober 2026 21:09
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menanggapi pemberitaan mengenai situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus memantau perkembangan informasi serta berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan.

 

"Kami terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci," kata General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, pada Senin 12/10/2026.

menanggapi video yang beredar mengenai penundaan perjalanan umrah, pihaknya menjelaskan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan total 30 penumpang reguler. Sementara itu, sebanyak 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah mengalami penundaan keberangkatan dan tidak diberangkatkan pada penerbangan tersebut. 

Baca Juga : Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Tanam Mangrove di Desa Ampekale Maros

"Penundaan ini berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur-Madinah," tambahnya.

 

Dengan demikian, dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur, sedangkan 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan. 

"Perlu kami sampaikan bahwa pada hari ini tidak terdapat penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin," jelasnya.

Baca Juga : Sultan Hasanuddin Airport Gelar 3x3 Competition, Dukung Bandara Sebagai Destinasi Wisata

Dikatakan, Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan stakeholder terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan informasi mengenai operasional penerbangan tersampaikan secara akurat kepada masyarakat.

"Kami mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal keberangkatan dan ketentuan perjalanan. Masyarakat juga diharapkan merujuk pada kanal informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi," bebernya.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung penyampaian informasi yang jelas dan tepat kepada pengguna jasa bandara.

Baca Juga : Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Hadirkan Kolaborasi Inovasi Infrastruktur Transportasi dan Arsitektur Modern

"Kami memahami bahwa perjalanan umrah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi setiap jemaah. Oleh karena itu, kami berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman dan para jemaah dapat menjalankan perjalanan ibadah dengan tenang," terangnya