BANTAENG - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Silaturrahmi Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, bersama jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Bantaeng, di Aula Kampus UMI Bantaeng, Selasa (21/7).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng mengungkapkan apresiasi atas kehadiran UMI di Kabupaten Bantaeng yang tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Bantaeng serta mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
"Berkat kehadiran Kampus UMI, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng sangat terasa, dan ini menjadi salah satu bukti bahwa Kabupaten Bantaeng sangat konsen terhadap pengembangan pendidikan, selain itu kampus ini juga mempermudah akses pendidikan terutama bagi keluarga-keluarga kita yang ada di wilayah selatan," ujar Bupati.
Baca Juga : Hadiri Maulid di Ponpes Modern Al-Aksi, Bupati Bantaeng Wakafkan 50 Al-Qur’an
Lebih dari 2.000 mahasiswa telah melaksanakan KKN di Kabupaten Bantaeng. Hal tersebut menjadikan Bantaeng sebagai salah satu daerah favorit pelaksanaan KKN karena dinilai siap menerima mahasiswa, didukung dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik serta sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan perguruan tinggi.
Sementara itu, Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Bantaeng beserta jajaran Pemerintah Daerah dalam kegiatan silaturahmi tersebut.
Dia menjelaskan operasional Kampus UMI Bantaeng merupakan bentuk komitmen yayasan dan universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga : Sekretariat dan Ambulans Baru, APDESI Bantaeng Perkuat Pelayanan
"Kehadiran kampus ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Bantaeng maupun daerah sekitar, seperti Bulukumba, Jeneponto, Sinjai hingga Selayar, tanpa harus melanjutkan pendidikan tinggi ke daerah yang lebih jauh," ujarnya.
Kegiatan silaturrahmi ini kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Umum sekaligus evaluasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UMI oleh pihak internal Universitas Muslim Indonesia.