Kamis, 30 Juli 2026 16:09
Editor : Editor

BANTAENG - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramashukaputri, membuka kegiatan PUSPAGA Goes to Village yang digelar di Rumah Produksi BUMDes Mattiro Bulu’, Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kamis (30/7/2026).

 

Mengusung tema “Mewujudkan Keluarga Sejahtera”, kegiatan ini menjadi upaya memperkuat edukasi pengasuhan positif, perlindungan perempuan dan anak, serta meningkatkan ketahanan keluarga hingga tingkat desa.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PUSPAGA Kabupaten Bantaeng, TP PKK Kabupaten Bantaeng, Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak (YBH PA) Bangkit, KKN Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 116, serta Pemerintah Desa Bonto Tiro. Jasapenulisan artikel

Baca Juga : Hadiri Maulid di Ponpes Modern Al-Aksi, Bupati Bantaeng Wakafkan 50 Al-Qur’an

Dalam sambutannya, Gunya Paramashukaputri menegaskan bahwa Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hadir sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keluarga secara tepat.

 

“Jangan ragu memanfaatkan layanan PUSPAGA. Mari kita jadikan PUSPAGA sebagai sahabat keluarga dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana melalui pendekatan edukatif, preventif, dan persuasif,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama kader PKK, menjadi sangat penting dalam menyebarluaskan edukasi hingga ke tingkat dasawisma.

Baca Juga : Sekretariat dan Ambulans Baru, APDESI Bantaeng Perkuat Pelayanan

“Saya juga mengajak seluruh kader PKK agar menjadi ujung tombak penyebarluasan informasi mengenai pengasuhan positif, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan hak anak, serta penguatan ketahanan keluarga. Kader PKK memiliki peran strategis karena hadir hingga tingkat dasawisma dan menjadi mitra pemerintah yang sangat dekat dengan masyarakat,” katanya.

Istri Bupati Bantaeng tersebut berharap kegiatan PUSPAGA Goes to Village tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh dan peduli terhadap perlindungan perempuan serta anak.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola asuh yang positif, mendorong keluarga menjadi lebih tangguh, serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan melaporkan apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tuturnya.

Baca Juga : Bupati Uji Nurdin Puji Kades Kaloling yang Hibahkan Tanah untuk Lapangan Futsal

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan maupun anak.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan desa yang ramah perempuan, peduli anak, aman, nyaman, dan inklusif, sehingga setiap perempuan dapat berkembang secara maksimal,” tambahnya.

TAG