Jumat, 25 September 2026 19:07
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama jajaran Polrestabes Makassar membuka ruang dialog strategis bersama kelompok Cipayung Plus, yang terdiri dari PMKRI, PMI, dan GMKI Makassar, di Makassar, Jumat (25/9)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama jajaran Polrestabes Makassar membuka ruang dialog strategis bersama kelompok Cipayung Plus, yang terdiri dari PMKRI, PMI, dan GMKI Makassar, di Makassar, Jumat (25/9). Pertemuan ini menjadi wadah untuk berdiskusi, menyampaikan masukan, serta memperkuat langkah pengawasan bersama terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 Kg di Sulawesi Selatan.

 

Dalam audiensi tersebut, berbagai isu krusial dibahas mulai dari pengawasan SPBU, penyaluran BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga penerapan sanksi tegas bagi lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengungkapkan bahwa kondisi pelayanan BBM di Kota Makassar saat ini telah berangsur membaik dan berangsur normal.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

"Kondisi di Makassar saat ini sudah mulai landai dan cenderung normal. Berbagai upaya terus kami evaluasi bersama pemerintah dan aparat penegak hukum agar pelayanan dan distribusi energi semakin baik," ujar Deny.

 

Sebagai langkah perbaikan tata kelola, Pertamina menerapkan sistem cluster SPBU untuk penyaluran Solar yang akan diperkuat melalui edaran resmi Pemerintah Kota Makassar. Pengaturan ini bertujuan mengarahkan kendaraan ke titik pelayanan sesuai kelompoknya guna mengurai kepadatan di SPBU tertentu. Selain itu, alokasi dan penambahan suplai LPG 3 Kg juga terus disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Terkait pengawasan, Deny menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas lembaga penyalur yang melanggar aturan.

Baca Juga : Dihadiri 500+ Pemimpin Lintas Sektor, Makassar Leadership Summit 2026 Bahas Masa Depan Kepemimpinan Indonesia

Senada dengan hal tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihak kepolisian terus mendalami laporan dugaan penyelewengan distribusi BBM tanpa pandang bulu.

"Kami terus mendalami kasus-kasus terkait BBM yang melibatkan oknum dari pihak mana pun. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Apabila ditemukan bukti pelanggaran, kami tidak ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan," tegas Arya.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Pertamina turut meluruskan informasi keliru atau hoaks yang sempat beredar di media sosial mengenai foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dikaitkan dengan isu kenaikan harga BBM. Masyarakat diimbau untuk menggunakan energi secara bijak dan melaporkan kendala pelayanan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.