Kamis, 08 Oktober 2026 19:14
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, PANGKEP — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Tiga orang petugas pemadam kebakaran, Intje Irwan, Rusman Hadi, dan Jamaluddin, gugur saat dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Labakkang.

 

Ketiganya berangkat untuk menjalankan tugas kemanusiaan. Namun, perjalanan menuju lokasi kebakaran tersebut berubah menjadi tragedi setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal.

Tiga petugas tidak berhasil kembali. Intje Irwan, Rusman Hadi, dan Jamaluddin gugur dalam menjalankan tugas, meninggalkan keluarga, rekan-rekan seperjuangan, dan masyarakat Pangkep dalam suasana duka yang mendalam.

Baca Juga : Sampah Tak Terurus, Kadis Lingkungan Hidup Pangkep: Kita Tidak Punya Anggaran Lagi

Tidak hanya tiga korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan empat petugas pemadam kebakaran lainnya menjadi korban dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam situasi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung sesuai dengan manfaat jaminan kecelakaan kerja.

 

Penanganan terhadap empat korban yang masih menjalani perawatan menjadi bagian penting dari perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Negara hadir bukan hanya ketika seorang pekerja kehilangan nyawa, tetapi juga ketika pekerja mengalami kecelakaan dan membutuhkan perawatan medis secara intensif.

Di tengah suasana duka tersebut, bentuk perlindungan lainnya diberikan kepada keluarga tiga petugas yang gugur. Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkep menyerahkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris para korban.

Baca Juga : Nasib Malang Honorer Pangkep, Puluhan Tahun Mengabdi Tapi Gagal Lolos PPPK

Total manfaat yang diserahkan mencapai Rp732 juta, yang terdiri atas santunan tunai sebesar Rp210 juta dan manfaat beasiswa pendidikan bagi anak sebesar Rp522 juta.

Penyerahan manfaat tersebut bukan sekadar angka. Di balik santunan yang diberikan, terdapat keluarga yang kehilangan tulang punggung dan anak-anak yang kehilangan sosok ayah. Karena itu, manfaat beasiswa pendidikan diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak para almarhum untuk tetap melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Bupati Kabupaten Pangkep, Muh. Yusran Lalogau, bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. H. Safrizal ZA, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, didampingi Petugas BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Akhmad Azhari.

Baca Juga : Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Pangkep

Momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 pun menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangkep. Di satu sisi, tiga keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang yang mereka cintai. Di sisi lain, empat petugas lainnya masih berjuang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Bagi keluarga korban, santunan tentu tidak akan pernah mampu menggantikan kehilangan orang yang dicintai. Namun, kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan kepastian bahwa keluarga tidak menghadapi seluruh konsekuensi tragedi tersebut seorang diri.

Tiga petugas gugur dalam perjalanan menjalankan tugas. Empat lainnya masih berjuang di rumah sakit. Namun, pengabdian mereka tidak akan pernah sia-sia.

Baca Juga : HUT ke-25 Kementerian BUMN, PT Semen Tonasa Jalan Sehat Bersama Warga Pangkep

Tragedi tersebut kembali menjadi pengingat bahwa di balik tugas seorang pemadam kebakaran terdapat risiko besar yang harus dihadapi setiap hari. Mereka berada di garis depan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, bahkan ketika keselamatan diri sendiri menjadi taruhannya.

Pada Hari Kesaktian Pancasila ini, nama Intje Irwan, Rusman Hadi, dan Jamaluddin dikenang bukan hanya sebagai korban kecelakaan, tetapi sebagai tiga petugas yang gugur ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara bagi empat korban yang masih menjalani perawatan, seluruh pihak berharap mereka segera mendapatkan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan-rekan seperjuangan.

Baca Juga : HUT ke-63 Pangkep, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp23 M

Karena bagi seorang pemadam kebakaran, perjuangan tidak selalu tentang memadamkan api. Terkadang, perjuangan adalah mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan orang lain.

BERITA TERKAIT