RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong akselerasi sektor riil, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah nyata ini direalisasikan melalui optimalisasi program Kredit Akses Pangan yang dikenal dengan sebutan Program Pinisi.
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, membeberkan bahwa hingga Triwulan II-2026, realisasi penyaluran Kredit Pinisi di Sulawesi Selatan telah menembus angka fantastis, yakni sebesar Rp1,18 triliun. Program pembiayaan inklusif ini telah menjangkau lebih dari 34.600 debitur yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten/kota.
"Dari total penyaluran Rp1,18 triliun tersebut, porsi terbesar yaitu sebanyak 46 persen disalurkan secara khusus untuk menopang sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Ini membuktikan keberpihakan industri jasa keuangan terhadap ketahanan pangan daerah," ujar Moh. Muchlasin dalam paparannya pada rangkaian puncak FIN Expo 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (3/10).
Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir dan Desa, OJK Terapkan Ekosistem Keuangan Inklusif di 6 Desa Sulawesi Selatan
Penguatan Ekosistem UMKM Melalui Pola Klaster
Selain sektor pangan, OJK Sulselbar juga berfokus pada penguatan kapasitas daya saing para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Melalui sinergi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan pemerintah daerah, OJK telah membentuk 1.611 klaster UMKM di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Pendekatan berbasis klaster ini dinilai efektif untuk mempermudah penyaluran permodalan yang tepat sasaran sekaligus memberikan pendampingan usaha secara berkelanjutan. Hingga periode yang sama, tercatat sebanyak 22.275 debitur UMKM yang tergabung dalam klaster-klaster tersebut telah berhasil mendapatkan akses pembiayaan formal.
Baca Juga : Perkuat Rantai Pasok Kakao Sulsel, OJK dan TPAKD Kucurkan Pembiayaan Rp2,51 Miliar Bagi 38 Petani
"UMKM tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri-sendiri. Dengan pembentukan ekosistem klaster, penyaluran kredit menjadi lebih terukur, risiko kredit dapat dimitigasi, dan para pelaku usaha bisa saling mendukung dalam rantai pasok lokal," terang Kepala OJK Sulselbar tersebut.
Fasilitasi Akses Modal di FIN Expo 2026
Upaya mendekatkan akses permodalan UMKM dan sektor riil ini turut diboyong ke dalam gelaran Financial Expo (FIN Expo) 2026 yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di TSM Makassar. Pameran keuangan yang melibatkan 28 stan perbankan dan lembaga pembiayaan ini dirancang untuk mempermudah masyarakat serta pelaku UMKM dalam berkonsultasi langsung mengenai produk pinjaman modal usaha yang aman dan terjangkau.
Baca Juga : Dorong Usaha Naik Kelas, OJK dan TPAKD Sulsel Masifkan Digitalisasi 158 Ribu Merchant UMKM Lewat QRIS
Muchlasin berharap ketersediaan berbagai akses pembiayaan yang inklusif ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses permodalan yang sah dan transparan dari lembaga keuangan resmi," pungkasnya.