Minggu, 04 Oktober 2026 02:17
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaporkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi daerah berhasil melampaui rata-rata nasional, ditopang oleh kinerja sektor jasa keuangan yang terus bertumbuh kuat di berbagai lini.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencatatkan tren positif yang solid di tengah dinamika perekonomian nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaporkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi daerah berhasil melampaui rata-rata nasional, ditopang oleh kinerja sektor jasa keuangan yang terus bertumbuh kuat di berbagai lini.

 

Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, menyampaikan bahwa pada Triwulan II-2024, ekonomi Sulawesi Selatan mampu tumbuh sebesar 5,59 persen. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang relatif stabil dan berdaya saing tinggi.

Pertumbuhan ekonomi yang agresif tersebut berbanding lurus dengan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan berhasil ditekan hingga berada di level 7,43 persen, berada jauh di bawah rata-rata nasional yang sebesar 8,25 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah terus meningkat mencapai 75,92, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita menyentuh Rp78,75 juta, serta tingkat ketimpangan atau Gini Ratio berada di angka 0,38.

Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir dan Desa, OJK Terapkan Ekosistem Keuangan Inklusif di 6 Desa Sulawesi Selatan

"Indikator makro ekonomi Sulawesi Selatan menunjukkan performa yang sangat menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi 5,59 persen ini menjadi fondasi utama bagi Industri Jasa Keuangan untuk terus mengekspansi pembiayaan dan layanan kepada masyarakat," ungkap Moh. Muchlasin saat memberikan pemaparan dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan pada gelaran Financial Expo (FIN Expo) 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (3/10).

 

Sektor Perbankan dan Pembiayaan Tumbuh Stabil

Dari sisi industri perbankan, OJK Sulselbar mencatat ekspansi yang terjaga dengan baik. Total aset perbankan di Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan sebesar 4,87 persen. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh positif 7,9 persen, sementara penyaluran kredit masyarakat naik sebesar 5,41 persen.

Baca Juga : Perkuat Rantai Pasok Kakao Sulsel, OJK dan TPAKD Kucurkan Pembiayaan Rp2,51 Miliar Bagi 38 Petani

Pergerakan yang jauh lebih progresif terlihat pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). Lembaga pembiayaan Pegadaian mencatatkan kenaikan transaksi dan pembiayaan yang sangat signifikan, yakni tumbuh melesat 44,83 persen. Penyaluran pembiayaan berbasis teknologi atau Peer-to-Peer (P2P) Lending terdaftar juga tumbuh pesat sebesar 29,64 persen. Sementara itu, tingkat kesadaran proteksi masyarakat tecermin dari penghimpunan premi asuransi yang melonjak hingga 42,75 persen.

Lonjakan Investor Pasar Modal dan Target Transaksi

Salah satu sorotan utama dalam laporan OJK Sulselbar adalah laju penetrasi sektor Pasar Modal. Jumlah masyarakat yang bertransaksi dan memiliki instrumen investasi (Single Investor Identification/SID) di Sulawesi Selatan melonjak tinggi hingga 81,62 persen. Lonjakan ini didominasi oleh investor pada instrumen Reksadana yang mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga 84 persen.

Baca Juga : Dorong Usaha Naik Kelas, OJK dan TPAKD Sulsel Masifkan Digitalisasi 158 Ribu Merchant UMKM Lewat QRIS

Muchlasin meyakini bahwa capaian sektor jasa keuangan yang solid ini dapat terekam makin nyata melalui ajang pameran keuangan seperti FIN Expo 2026. Diikuti oleh 28 stan dari lembaga jasa keuangan perbankan, pembiayaan, hingga pasar modal, pameran yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 ini diproyeksikan mampu menyedot lebih dari 20.000 pengunjung.

"Dengan kondisi ekonomi daerah yang tumbuh sehat serta sektor keuangan yang solid, kami optimistis perputaran transaksi dalam FIN Expo 2026 ini dapat melampaui pencapaian tahun sebelumnya yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp5,5 miliar. Ini momentum penting untuk terus menggerakkan roda perekonomian Sulawesi Selatan," pungkasnya