Jumat, 02 Oktober 2026 14:18
Kepala Bapenda Kota Makassar Andi Asminullah (tengah). Dok Rakyatku)
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bapenda Kota Makassar mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencapai 86 persen hingga akhir September 2026. 

 

Kepala Bapenda Kota Makassar Andi Asminullah menyatakan, penerimaan yang dicapai sekitar Rp250 miliar dari target PBB-P2 tahun ini sebesar Rp295 miliar. Capaian ini melampaui realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 83 persen. Bapenda mencatat surplus sekitar Rp6 miliar lebih dibandingkan capaian PBB tahun lalu.

“Alhamdulillah, terakhir itu sudah 86 persen. Ini pencapaian luar biasa. Target kita di atas 80 persen, ternyata bisa di angka 86 persen. Ini tentu kerja-kerja teman-teman di PBB secara luar biasa,” kata Andi Asminullah pada Jumat (2/10/2026).

Baca Juga : Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Temui Wali Kota Makassar Terkait Uji Coba Sistem Baru JKN

Dikatakan, dari realisasi tersebut, masih ada sekitar 14 persen atau Rp40 miliar yang harus dikejar hingga Desember. Meski demikian Bapenda optimistis target Rp295 miliar dapat tercapai.

 

“Kalau tahun lalu bisa capai target, maka tahun ini tentu harus bisa dapat persentase yang lebih dan kami optimistis,” tambah Asminullah.

Asminullah membocorkan tiga kecamatan yang tercatat mencapai 100 persen realisasi PBB, yakni Ujung Tanah, Sangkarrang dan Bontoala. Sementara Kecamatan Manggala menjadi wilayah bontot dengan capaian realisasi PBB bawah.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tegaskan Perayaan HUT Kota ke-419 Dikemas Berdampak Bagi Warga

"Tingkat kepatuhan pajak masyarakat pesisir dan kepulauan di Ujung Tanah serta Sangkarrang tergolong tinggi. Capaian tersebut menjadi salah satu catatan dalam realisasi PBB Makassar tahun ini. Ini kemajuan yang sangat bagus. Berarti masyarakat pesisir dan kepulauan pun sudah sadar untuk taat membayarkan pajak,” jelasnya.

Asminullah menyebut PBB menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar. Dari total PAD sekitar Rp2,3 triliun, PBB menyumbang lebih dari Rp290 miliar atau sekitar 14 persen.

“PBB bukan yang terbesar, tetapi cukup signifikan kontribusinya,” cetus Asminullah.