Kamis, 01 Oktober 2026 13:33
(kiri ke kanan) Komisaris Utama InfraNexia Wayan Toni Supriyanto, Koordinator Direktorat Peningkatan Nilai BUMN Keuangan, Telekomunikasi dan Jasa Badan Pengaturan BUMN Wawan C. Anwar, Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, ??Managing Director Business 2 PT Danantara Asset Management Setyanto Hantoro, dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng usai prosesi penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) oleh Telkom dan Infranexia, Rabu (30/9)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU. COM,JAKARTA, — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB untuk melakukan pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

 

Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf pada hari yang sama.

Konsolidasi Aset Rp85,7 Triliun

Melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom dikonsolidasikan ke InfraNexia dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun. Cakupan aset tersebut meliputi:

 

Sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic.

Termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik.

Didukung oleh 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30 untuk mentransformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding (model HoldCo-OpCo) guna memonetisasi aset bernilai tinggi dan memperkuat bisnis B2B Infrastructure.

Infrastruktur Siap AI (AI Ready) dan Open-Access

InfraNexia akan beroperasi dengan model bisnis carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama: Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan bahwa InfraNexia disiapkan sebagai AI Ready Infrastructure yang terintegrasi untuk mendukung perkembangan teknologi AI, cloud, hingga data center di Indonesia.

Susunan Baru Dewan Komisaris dan Direksi Telkom (Pasca-RUPSLB 2026)

Selain menyetujui spin-off, RUPSLB juga menetapkan perubahan susunan pengurus Perseroan:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo

Komisaris: Ossy Darmawan

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

Komisaris Independen: Anthony Leong

Komisaris Independen: Deswandhy Agusman

Komisaris Independen: Ira Noviarti

Jajaran Direksi:

Direktur Utama: Nanang Hendarno

Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra

Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba

Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra

Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar

Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

TAG

BERITA TERKAIT