RAKYATKU.COM, PALOPO — Perkembangan teknologi sepeda motor Honda yang kian canggih—mulai dari sistem injeksi PGM-FI, teknologi mesin eSP+, hingga integrasi fitur elektronik modern—menuntut para teknisi purna jual untuk terus memperbarui keahlian mereka. Memjawab tantangan tersebut, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar Technical Training Level 2 (TTL 2) Batch 5 di Palopo pada 20–28 September 2026, yang berfokus pada peningkatan kemampuan mekanik dalam menangani masalah teknis yang kompleks.
Jika pada jenjang Technical Training Level 1 (TTL 1) mekanik lebih banyak dibekali keahlian dasar terkait pemeliharaan rutin (routine maintenance) dan penggantian komponen aus, maka pada modul TTL 2 porsi materi ditingkatkan secara signifikan pada aspek analisa dan penanganan gangguan (troubleshooting).
Dalam pelatihan intensif selama sembilan hari ini, para mekanik AHASS dilatih untuk mampu mendiagnosis akar permasalahan saat konsumen menyampaikan keluhan terkait penurunan performa mesin, ketidakstabilan sistem kelistrikan, hingga masalah pada sistem transmisi otomatis (CVT).
Baca Juga : Jamin Keamanan dan Kenyamanan Konsumen, Asmo Sulsel Asah Skill Mekanik AHASS di Palopo
Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, menjelaskan bahwa kemampuan melakukan analisis masalah secara akurat merupakan pembeda utama antara mekanik resmi AHASS dan bengkel umum.
"Menurut kami, kemampuan mekanik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan melakukan perawatan rutin, tetapi juga kemampuan memahami permasalahan yang lebih kompleks pada sepeda motor. Karena itu, pelatihan berjenjang menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mekanik agar mereka mampu memberikan penanganan secara tepat dan mendukung pengalaman servis yang baik bagi konsumen," jelas Anton Prihatno.
Pendekatan Analisis Berbasis Alat Diagnostik Modern
Baca Juga : Kalibrasi Kemampuan Teknisi AHASS, Asmo Sulsel Kombinasikan TTL 2 dengan Technical Skill Contest
Dalam kurikulum TTL 2 Batch 5, para mekanik diajarkan untuk memanfaatkan alat diagnostik canggih Honda, seperti Honda Injection Diagnostic Tool (Hi-DS) dan alat ukur presisi lainnya. Penggunaan alat bantu ini dipadukan dengan pemahaman mendalam tentang skema kerja komponen mesin terkini.
Melalui simulasi studi kasus di lokasi pelatihan, mekanik diuji untuk dapat menemukan pemicu masalah pada kendaraan dalam waktu yang singkat dan memberikan solusi perbaikan yang presisi. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya perbaikan berulang (repeat repair) yang dapat mengurangi kepuasan konsumen.
Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi Pengerjaan Servis
Baca Juga : Gelar TTL 2 Batch 5, Asmo Sulsel Perkuat Kualitas Mekanik AHASS hingga Sulawesi dan Ambon
Dengan meningkatnya pemahaman teknis para mekanik, proses pengerjaan servis di bengkel resmi AHASS akan menjadi jauh lebih efisien. Konsumen tidak perlu menunggu terlalu lama saat melakukan pemeriksaan kendaraan, karena mekanik telah dibekali dengan metode kerja yang terstruktur dan sistematis.
Peningkatan kompetensi melalui TTL 2 Batch 5 ini sekaligus membuktikan komitmen Asmo Sulsel untuk selalu berada satu langkah di depan dalam mengadopsi perkembangan teknologi otomotif roda dua.
Setiap sepeda motor Honda yang dirawat oleh mekanik bersertifikat TTL 2 dipastikan mendapatkan perbaikan yang sesuai dengan standar spesifikasi pabrikan, sehingga performa kendaraan tetap optimal seperti saat baru keluar dari dealer.