RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Komitmen PT Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) sebagai main dealer sepeda motor Honda tidak hanya terbatas pada pengembangan wilayah perkotaan utama seperti Makassar. Melalui pelaksanaan program Honda Hype School yang digelar pada 22–24 September 2026, Asmo Sulsel membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan dan edukasi yang merata hingga ke kabupaten-kabupaten di pelosok daerah.
Pemilihan lokasi SMAN 7 Sengkang (Kabupaten Wajo), SMKN 1 Sidrap (Kabupaten Sidrap), dan SMKN 1 Polewali (Kabupaten Polewali Mandar) sebagai destinasi roadshow edukasi menegaskan strategi inklusi wilayah yang dijalankan perusahaan.
Langkah ini diambil agar edukasi keselamatan berkendara dan pengalaman berinteraksi dengan merek Honda tidak hanya terpusat di perkotaan besar, melainkan dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan generasi muda di wilayah kerja Asmo Sulsel.
Baca Juga : Cobain Fitur Unggulan Honda, Ratusan Siswa Nikmati Sesi Riding Test di Honda Hype School
Cakupan wilayah operasional Asmo Sulsel tergolong sangat luas dan strategis, membentang di empat provinsi di Indonesia Timur, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon (Maluku).
Region Head Asmo Sulsel, Jeffry Mei Gamastra, menyatakan bahwa dinamika pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan transportasi masyarakat di daerah-daerah tersebut sangat tinggi, di mana generasi muda menjadi salah satu segmen konsumen yang paling potensial dan berharga.
"Pemilihan sekolah di berbagai wilayah menjadi bagian dari upaya Asmo Sulsel agar edukasi keselamatan berkendara tidak hanya terpusat di satu wilayah. Melalui Honda Hype School, Asmo Sulsel dapat berinteraksi langsung dengan pelajar sekaligus memahami kebutuhan dan karakter aktivitas generasi muda di masing-masing daerah. Kegiatan ini akan terus kami perluas ke berbagai wilayah cakupan Asmo Sulsel," terang Jeffry Mei Gamastra.
Memahami Karakteristik Lokal Pelajar di Daerah
Setiap daerah di wilayah operasional Asmo Sulsel memiliki karakteristik geografis dan kebiasaan mobilitas yang unik. Pelajar di wilayah agraris seperti Sidrap dan Wajo memiliki pola penggunaan sepeda motor yang berbeda dengan pelajar di wilayah pesisir Polewali maupun daerah perkotaan.
Melalui Honda Hype School, tim Asmo Sulsel dapat turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi, mendengarkan masukan dari pihak sekolah, serta melihat secara dekat bagaimana sepeda motor Honda menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas pendidikan masyarakat setempat.
Baca Juga : Sasar Tiga Sekolah di Sulselbar, Asmo Sulsel Gelar Honda Hype School untuk Pelajar
Peta Jalan Keberlanjutan Program di Indonesia Timur
Ke depan, Asmo Sulsel telah menyusun peta jalan (roadmap) untuk membawa rombongan Honda Hype School dan tim edukasi safety riding ke sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan lainnya yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara (seperti Kendari dan Baubau) hingga ke Kepulauan Ambon.
Strategi menjemput bola ini dipercaya tidak hanya meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek Honda (brand loyalty), tetapi juga menciptakan ekosistem berkendara yang aman dan harmonis di seluruh pelosok wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga : Lewat Honda DBL 2026, Asmo Sulsel Perkuat Engagement dengan Generasi Muda Makassar dan Gowa
Dengan komitmen yang konsisten ini, Asmo Sulsel memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar (market leader) yang tidak hanya menjual produk berkualitas, tetapi juga peduli pada keselamatan dan masa depan penggunanya.