RAKYATKU.COM, JAKARTA — Perjuangan M. Kiandra Ramadhipa di ajang FIM Moto3 Junior World Championship musim 2026 kini memasuki fase paling krusial. Tambahan poin berharga dari hasil podium kedua dan finis posisi keempat di MotorLand Aragón, Spanyol, berhasil mendongkrak perolehan angka pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut menjadi 113 poin.
Saat ini, Ramadhipa kokoh menduduki posisi keempat klasemen sementara pembalap. Ia tertinggal 23 poin dari pembalap yang menempati posisi ketiga. Meski tantangan untuk menembus tiga besar dunia semakin ketat, peluang tersebut masih terbuka lebar mengingat masih tersisa satu seri penutup yang menyediakan poin maksimal.
Putaran terakhir FIM Moto3 Junior World Championship musim 2026 dijadwalkan akan berlangsung di Sirkuit bersejarah Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, pada 16–18 Oktober 2026.
Baca Juga : Bersama Honda Asia-Dream Racing, Pembalap Binaan AHM Terus Cetak Prestasi Internasional
Ramadhipa menegaskan komitmennya untuk tampil all-out dan tidak akan membuang kesempatan emas pada seri penutup di Italia mendatang.
"Masih terdapat satu kesempatan di Misano. Saya akan berusaha keras, terima kasih untuk seluruh tim dan semua yang mendukung," tutur Ramadhipa mantap.
Dukungan Penuh Manajemen AHM
Baca Juga : Bedah Strategi Ramadhipa di Aragon: Paksa Honda NSF250RW hingga Lap Terakhir di Tengah Cuaca Panas
Penampilan pantang menyerah yang ditunjukkan Ramadhipa sepanjang seri Aragon mendapat apresiasi tinggi dari manajemen PT Astra Honda Motor. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menyatakan bahwa capaian di Aragon merupakan bekal mental dan teknis yang sangat positif untuk menghadapi tekanan di seri pamungkas.
"Keberhasilannya raih podium 2 di race 1 dan finish di posisi 4 pada race 2 semoga jadi modal positif bagi Ramadhipa untuk menghadapi seri terakhir di Misano. Semoga Ramadhipa bisa memaksimalkan potensinya dan menutup musim dengan performa terbaiknya," tegas Andy Wijaya.
Analisis Perhitungan Poin Seri Pamungkas Misano
Di Sirkuit Misano nanti, persaingan dipastikan bakal berlangsung sangat sengit. Dengan selisih 23 poin dari peringkat ketiga, Ramadhipa wajib membidik kemenangan atau setidaknya mengamankan podium tertinggi sambil berharap pesaing utamanya meraih hasil kurang maksimal.
Sirkuit Misano yang memiliki karakter technical dengan kombinasi tikungan cepat dan area pengereman keras diperkirakan sangat cocok dengan gaya balap Ramadhipa yang agresif namun rapi. Ditambah dengan performa mesin Honda NSF250RW yang makin kompetitif, peluang Indonesia untuk menutup musim di posisi tiga besar dunia tetap terbuka lebar.
Dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia diyakini akan menjadi energi tambahan bagi Ramadhipa untuk mengukir sejarah baru bagi dunia balap tanah air di bumi Italia.