Senin, 28 September 2026 15:49
Kantor Perwakilan LPS Wilayah III menghadirkan formulasi khusus untuk menjaga keberlanjutan program Pelajar Sulsel Menabung melalui metode Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 100 guru pembina dari Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Salah satu kelemahan utama dari berbagai program edukasi masyarakat adalah sifatnya yang cenderung berhenti setelah acara peluncuran (kick-off) selesai dilaksanakan. Mengantisipasi hal tersebut, Kantor Perwakilan LPS Wilayah III menghadirkan formulasi khusus untuk menjaga keberlanjutan program Pelajar Sulsel Menabung melalui metode Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 100 guru pembina dari Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.

 

Kegiatan ToT yang berlangsung di Hotel Claro Makassar pada Kamis, 24 September 2026 tersebut dirancang secara intensif untuk membekali para pendidik agar mampu menjadi agen penggerak (multiplier effect) literasi keuangan di lingkungan sekolah masing-masing.

Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menegaskan bahwa keberhasilan program yang menyasar 1.000 pelajar SMA ini sangat bergantung pada komitmen dan keaktifan para guru pembina di lapangan.

Baca Juga : Eksplorasi Ruang Publik, Mal Ratu Indah Ubah Area Parkir Jadi Festival 'Artcade' Jelang HUT ke-26

"Harapannya, edukasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing. Guru pembina adalah kunci utama yang berinteraksi langsung setiap hari dengan para siswa," papar Fuad Zaen.

 

Kolaborasi Multisektoral dalam Sesi Talkshow Interaktif

Dalam sesi ToT, para guru pembina tidak hanya mendengarkan paparan teori, tetapi diajak berdiskusi secara aktif melalui talkshow interaktif bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) utama sektor keuangan dan pendidikan di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Sinergi Otoritas Keuangan di Sulsel: Dorong Inklusi Perbankan Pelajar Hingga Resirkulasi Uang Logam

Hadir sebagai narasumber ahli dalam sesi ToT tersebut antara lain perwakilan dari:

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang memaparkan peran penjaminan simpanan perbankan yang aman dan transparan.

Bank Indonesia (BI) yang membawahkan materi kebangsaan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah serta edukasi penggunaan uang logam.

Baca Juga : Pegadaian Dorong Pendidikan dan Ekosistem Laut di Pulau Barrang Lompo

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan pembekalan mengenai perlindungan konsumen dan pengenalan perilaku pelaku usaha jasa keuangan.

Bank Sulselbar selaku mitra perbankan daerah penyedia fasilitas rekening tabungan pelajar.

Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang mengintegrasikan semangat kedisiplinan dan kecakapan hidup (life skills) ke dalam kegiatan menabung.

Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA

Guru sebagai Multiplier Literasi Keuangan di Satuan Pendidikan

Pelatihan bagi 100 guru pembina ini memuat panduan praktis mengenai cara mendampingi siswa mencatat arus kas pribadi, memberikan motivasi menabung yang menyenangkan, serta melakukan pemantauan berkala terhadap konsistensi tabungan siswa selama periode program berjalan.

Keterlibatan Kwarda Gerakan Pramuka Sulsel juga menjadi nilai tambah yang sangat strategis. Melalui jaringan pembina Pramuka di gugus depan (gudep) sekolah, kebiasaan menabung dapat diintegrasikan ke dalam syarat kecakapan khusus (SKK) maupun kegiatan ekstrakurikuler yang aplikatif.

Baca Juga : Perkuat Pengawasan Wilayah Sulampua, LPS III Jangkau 5 Kabupaten/Kota Lewat Roadshow Literasi Sosial

Dengan adanya pembekalan ToT ini, LPS Wilayah III memastikan bahwa 1.000 pelajar peserta program Pelajar Sulsel Menabung akan mendapatkan pengawasan, bimbingan, dan dorongan moral yang berkelanjutan dari para guru pembina di sekolah.

Langkah ini membuktikan komitmen LPS untuk tidak sekadar menggelar acara seremonial, melainkan menciptakan ekosistem pendidikan keuangan yang mengakar kuat di satuan pendidikan Sulawesi Selatan.

BERITA TERKAIT