Jumat, 25 September 2026 20:40
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS Wilayah III – Sulawesi, Maluku, dan Papua meluncurkan program terobosan bertajuk Pelajar Sulsel Menabung
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pembentukan karakter kedisiplinan dan tanggung jawab finansial bagi generasi muda harus dimulakan sejak dari bangku sekolah. Mengakomodasi kebutuhan mendesak akan pemahaman pengelolaan keuangan yang benar, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS Wilayah III – Sulawesi, Maluku, dan Papua meluncurkan program terobosan bertajuk Menabung" href="https://rakyatku.com/tag/pelajar-sulsel-menabung">Pelajar Sulsel Menabung.

 

Peluncuran resmi program pionir yang menyasar 1.000 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di tiga wilayah strategis—Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa—ini digelar secara megah melalui kegiatan Kick Off di Hotel Claro Makassar pada Kamis, 24 September 2026.

Acara tersebut diresmikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekda Prov Sulsel), Jufri Rahman, serta dihadiri oleh jajaran petinggi otoritas keuangan daerah, perwakilan sekolah, dan ratusan guru pembina.

Baca Juga : Berdayakan 45 Perempuan Disabilitas, GMTD Gelar Pelatihan Batik Jumputan 'Tabung Karya Vol. 5'

Sekda Prov Sulsel Jufri Rahman menegaskan bahwa aktivitas menabung di kalangan pelajar tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai tindakan menyisihkan sisa uang saku. Lebih dari itu, menabung merupakan wujud nyata dari investasi karakter yang melatih fondasi kedisiplinan, kemandirian, dan perencanaan masa depan anak-anak muda di Sulawesi Selatan.

 

"Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi membangun kebiasaan dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan sejak dini. Menabung sejak sekolah menjadi salah satu investasi karakter bagi generasi muda. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi inisiatif LPS melalui program Pelajar Sulsel Menabung. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda di daerah ini," tegas Jufri Rahman.

Terobosan Perdana yang Memulai Sejarah dari Sulawesi Selatan

Baca Juga : Eksplorasi Ruang Publik, Mal Ratu Indah Ubah Area Parkir Jadi Festival 'Artcade' Jelang HUT ke-26

Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, membeberkan bahwa program Menabung" href="https://rakyatku.com/tag/pelajar-sulsel-menabung">Pelajar Sulsel Menabung memiliki nilai historis dan strategis yang sangat tinggi. Program ini tercatat sebagai inisiatif edukasi literasi dan inklusi keuangan pelajar yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dengan konsep pemantauan yang terstruktur.

Pemilihan Sulawesi Selatan sebagai lokasi awal (pilot project) tidak lepas dari potensi besar populasi usia produktif pelajar serta komitmen kuat dari pemerintah daerah dan otoritas terkait dalam mendukung penguatan literasi keuangan.

"Program ini yang pertama di Indonesia dan dimulai dari tiga kota/kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Maros, dan Gowa. Harapannya, edukasi keuangan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing. Ke depan, model program ini diharapkan dapat berlanjut ke daerah lain di Sulawesi Selatan maupun diadopsi secara nasional di Indonesia," ungkap Fuad Zaen.

Baca Juga : Sinergi Otoritas Keuangan di Sulsel: Dorong Inklusi Perbankan Pelajar Hingga Resirkulasi Uang Logam

Membangun Fondasi Finansial Menghadapi Indonesia Emas 2045

Edukasi keuangan yang diberikan dalam program Menabung" href="https://rakyatku.com/tag/pelajar-sulsel-menabung">Pelajar Sulsel Menabung tidak hanya mengajarkan siswa untuk menyimpan uang di bank yang dijamin oleh LPS, melainkan membekali mereka dengan pengetahuan dasar mengenai perbedaan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), pencegahan jeratan kejahatan keuangan digital, serta pentingnya memiliki rekening tabungan resmi atas nama sendiri.

LPS menilai bahwa Generasi Z dan Generasi Alpha di Sulawesi Selatan harus disiapkan menjadi konsumen keuangan yang cerdas. Di tengah gempuran tren gaya hidup konsumtif dan maraknya kemudahan akses keuangan digital yang tidak terliterasi dengan baik, kebiasaan menabung secara terencana menjadi benteng pertahanan utama bagi masa depan finansial pelajar.

Baca Juga : Cetak Penggerak Literasi Keuangan di Sekolah, LPS Bekali Guru dan Pramuka Sulsel

Dengan dimulainya program Menabung" href="https://rakyatku.com/tag/pelajar-sulsel-menabung">Pelajar Sulsel Menabung di Makassar, Maros, dan Gowa, LPS bersama Pemprov Sulsel meletakkan batu pertama pembangunan karakter generasi muda yang mandiri secara finansial demi menyongsong era Indonesia Emas 2045.