RAKYATKU.COM, PALOPO — Langkah Kantor Perwakilan LPS III menyusuri lima kabupaten/kota di Sulawesi Selatan—mulai dari Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, hingga Kota Palopo—merupakan representasi dari strategi besar perluasan jangkauan (outreach) dan inklusi pelayanan kelembagaan di wilayah timur Indonesia.
Kantor Perwakilan LPS III yang berkedudukan di Makassar memiliki cakupan wilayah kerja yang sangat luas, meliputi pulau Sulawesi, Maluku, hingga Papua (Sulampua). Pendirian kantor perwakilan daerah ini bertujuan untuk mempercepat respon pelayanan, memperkuat edukasi literasi keuangan, serta mempererat koordinasi dengan otoritas perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat di wilayah timur.
Suksesnya penyelenggaraan roadshow HUT ke-21 LPS yang melayani 580 orang pemeriksaan kesehatan dan 175 pendonor darah menegaskan keaktifan LPS III dalam membangun keterikatan (engagement) langsung dengan masyarakat di luar ibu kota provinsi.
Baca Juga : BIK 2026 Buka 27,23 Juta Rekening Keuangan, OJK Perluas Akses Masyarakat
Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menyatakan bahwa daerah-daerah di kawasan utara Sulawesi Selatan seperti Luwu Raya dan Ajatappareng memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, didukung oleh pertumbuhan perbankan umum serta Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang pesat.
"Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-21 ini, LPS berkomitmen untuk terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran LPS dalam menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan Indonesia," tutur Fuad Zaen.
Pentingnya Kehadiran LPS bagi Pertumbuhan Perbankan Daerah
Baca Juga : OJK Sulsel Sulbar Bersama Komisi XI DPR RI Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Sinjai
Kehadiran LPS di daerah memberikan rasa aman (peace of mind) bagi masyarakat penyimpan dana. Di wilayah-wilayah kabupaten/kota, kehadiran BPR dan BPRS menjadi tulang punggung pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat pedesaan.
Dengan adanya kepastian bahwa simpanan nasabah di BPR/BPRS dijamin penuh oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah dengan syarat 3T, masyarakat tidak perlu ragu atau takut untuk menabung di lembaga keuangan resmi. Hal ini secara langsung membantu penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan daerah, yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit produktif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
Selama roadshow berlangsung, tim LPS III secara aktif berinteraksi dengan warga untuk meluruskan berbagai mitos atau disinformasi seputar keamanan menabung di bank. LPS menegaskan bahwa selama bank tersebut terdaftar sebagai bank peserta penjaminan LPS, dana nasabah berada dalam perlindungan hukum yang kuat.
Baca Juga : Sulsel dan Kepulauan Selayar Raih TPAKD Award 2026, Terbaik di Wilayah Sulawesi
Inovasi Pelayanan LPS Perwakilan III di Wilayah Sulampua
Cakupan geografis kepulauan di wilayah kerja LPS III menuntut inovasi strategi komunikasi yang fleksibel. Kegiatan roadshow gabungan antara edukasi keuangan dan aksi sosial kesehatan seperti yang digelar di Parepare, Pinrang, Enrekang, Luwu, dan Palopo ini menjadi blueprint efektif yang akan terus dikembangkan di wilayah-wilayah lain di Maluku dan Papua.
Melalui kehadiran fisik pejabat dan tim LPS di daerah-daerah, masyarakat merasakan secara langsung bahwa LPS adalah lembaga negara yang inklusif, responsif, dan mudah diakses.
Baca Juga : Literasi Keuangan Sulsel Baru 61,03 Persen, OJK Perkuat Edukasi Masyarakat Soppeng
Menginjak usia ke-21 tahun, Kantor Perwakilan LPS III membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi lembaga pengawas pasif di balik meja, melainkan hadir secara nyata sebagai garda terdepan penjaga stabilitas sistem keuangan dan mitra pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Indonesia Timur.