RAKYATKU.COM, MAKASSAR— Nongkrong, ngopi, makan, atau mengerjakan tugas bersama teman tidak selalu harus menguras isi dompet. Di kawasan Daeng Tata 1, Makassar, ada pilihan tempat yang menawarkan suasana nyaman dengan puluhan menu dan harga yang relatif bersahabat untuk kantong anak muda, termasuk mahasiswa.
Namanya Bosmie Coffee & Eatery
Mengusung konsep coffee and eatery, Bosmie menawarkan beragam pilihan menu, mulai dari kopi dan minuman segar, snack, hingga makanan berat. Untuk minuman kopi, harganya mulai Rp15 ribuan, kurang lebih setara dengan harga kopi kekinian yang banyak dijumpai di jalanan kota.
Sementara untuk makanan, pilihan menunya tersedia mulai Rp20 ribuan
Dengan kisaran harga tersebut, pengunjung tidak perlu menyiapkan bujet besar hanya untuk menikmati waktu santai bersama teman. Mau ngopi, makan, ngobrol, nugas, atau sekadar menghabiskan waktu, semuanya bisa dilakukan dalam satu tempat.
Bagi mahasiswa dan anak muda yang menjadikan nongkrong sebagai bagian dari keseharian, kombinasi harga terjangkau dan tempat yang nyaman tentu menjadi pertimbangan menarik.
Baca Juga : Rayakan Kebersamaan Kemerdekaan, Hotel ARYADUTA Makassar Resmi Tutup Rangkaian Sapta Rasa
Puluhan Menu, Tak Sekadar Kopi
Meski membawa nama Coffee & Eatery, Bosmie tidak hanya mengandalkan kopi.
Pilihan menunya cukup beragam, mulai dari aneka kopi, jus dan minuman lainnya, snack, hingga makanan berat berbahan dasar nasi dan mi.
Baca Juga : Sambut HUT RI ke-81, ARYADUTA Makassar Tawarkan Paket Menginap "AUGUSTAY DEALS"
Variasi menu tersebut membuat Bosmie bisa dikunjungi dalam berbagai suasana. Ingin sekadar ngopi sore, tersedia pilihan minuman. Sedang lapar setelah kuliah, ada makanan berat. Mau ngemil sambil ngobrol, pilihan snack juga tersedia.
Konsepnya dibuat fleksibel mengikuti kebutuhan pengunjung.
Suasana yang cozy dan dilengkapi pendingin udara juga membuat Bossmie tidak hanya menjadi tempat untuk makan lalu pulang. Pengunjung bisa duduk lebih lama untuk berbincang, mengerjakan tugas, bekerja dengan laptop, atau bertemu komunitas.
Baca Juga : Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 Perkuat Posisi Makassar sebagai Gerbang Indonesia Timur
Karena itu, tempat ini juga dapat dimanfaatkan untuk rapat kecil, arisan, pertemuan komunitas maupun sekadar kumpul bersama keluarga dan teman.
Ada Cerita Bakso Marasa di Baliknya
Sebelum berkembang ke konsep tempat makan dan nongkrong, bisnis kuliner ini memiliki cerita yang berawal dari Bakso Marasa
Bakso daging tersebut dikembangkan dalam bentuk frozen food, sehingga konsumen bisa menyimpannya di rumah dan menikmatinya kapan saja.
Bakso Marasa kemudian dipasarkan melalui jaringan reseller dan berkembang hingga menjangkau sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Pengalaman mengembangkan produk frozen food tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan untuk masuk ke bisnis kuliner dengan konsep yang berbeda.
Jika Bakso Marasa menawarkan kepraktisan makanan yang bisa dibawa pulang dan disimpan di rumah, Bosmie hadir sebagai tempat untuk menikmati makanan sekaligus suasana.
Dari bakso frozen food, ceritanya kemudian berkembang menjadi ruang makan dan nongkrong.
Di Balik Bosmie Ada Dosen Poltekpar
Bosmie Coffee & Eatery dikembangkan oleh *Nur Salam S.Sos., M.Pd, yang juga dikenal sebagai Chef Achiel.
Menariknya, Chef Achiel bukan hanya berkecimpung di dunia bisnis kuliner. Ia merupakan dosen Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar sekaligus Ketua Inkubator Bisnis
Pengalaman di dunia akademik dan kewirausahaan tersebut ikut memberikan perspektif dalam mengembangkan Bosmie. Bagi Nur Salam, bisnis kuliner bukan hanya tentang menjual makanan dan minuman, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman yang membuat konsumen merasa nyaman.
“Peluang bisnis kuliner cukup besar. Karena itu kami ingin menghadirkan tempat yang bukan hanya menawarkan makanan, tetapi juga memberikan kenyamanan kepada customer,” ujar Nur Salam alias Chef Achiel
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan Bosmie melalui kombinasi menu yang beragam, harga yang relatif terjangkau dan ruang yang dibuat nyaman untuk berbagai aktivitas.
Nongkrong Tanpa Takut Kantong Jebol
Di tengah semakin banyaknya pilihan coffee shop dan tempat makan di Makassar, harga menjadi salah satu pertimbangan penting, terutama bagi mahasiswa.
Kopi mulai *Rp15 ribuan* dan makanan mulai Rp20 ribuan membuat Bosmie berada pada rentang harga yang cukup ringan untuk sekadar nongkrong bersama teman.
Tidak harus menunggu akhir bulan atau punya bujet khusus untuk menikmati coffee shop. Dengan harga yang kurang lebih selevel dengan kopi kekinian di jalan, pengunjung bisa menikmati minuman sekaligus suasana tempat yang lebih nyaman.
Bagi yang ingin makan, pilihan makanan mulai Rp20 ribuan juga memberikan alternatif bagi pengunjung yang datang dalam kondisi lapar setelah beraktivitas.
Pada akhirnya, daya tarik Bosmie bukan hanya pada makanan dan minumannya.
Ada pengalaman yang ingin ditawarkan: *datang untuk ngopi, lanjut makan, ngobrol lebih lama, buka laptop, mengerjakan tugas, atau sekadar mencari tempat untuk melepas penat.
Sementara bagi pencinta bakso, ada cerita berbeda melalui Bakso Marasa dalam bentuk frozen food yang bisa dibawa pulang.
Dua konsep tersebut menjadi bagian dari satu perjalanan kuliner—**Bakso Marasa untuk stok makanan praktis di rumah, Bosmie untuk menikmati makanan dan suasana bersama orang-orang terdektet
Jadi, bagi anak muda Makassar yang sedang mencari tempat ngopi dan nongkrong dengan harga yang tetap bersahabat di kantong Bosmie Coffee & Eatery di kawasan Daeng Tata 1 bisa menjadi salah satu pilihan untuk masuk dalam daftar tempat yang ingin dicoba.