Senin, 14 September 2026 09:24
Prestasi kembali ditorehkan siswa RHIS melalui ajang olahraga bela diri. Dua siswa, Fikri Nakhla Rafie dan Moch. Faqih Rasyid, berhasil meraih prestasi dalam Korpasgat Karate Championship 2026 yang digelar pada 11–12 September 2026
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM,MAKASSAR Prestasi kembali ditorehkan siswa RHIS melalui ajang olahraga bela diri. Dua siswa, Fikri Nakhla Rafie dan Moch. Faqih Rasyid, berhasil meraih prestasi dalam Karate Championship" href="https://rakyatku.com/tag/korpasgat-karate-championship">Korpasgat Karate Championship 2026 yang digelar pada 11–12 September 2026.

 

Keduanya tampil dalam kategori yang berbeda, yakni seni atau jurus serta kumite (pertarungan). Pencapaian tersebut menjadi catatan positif bagi RHIS sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik yang dilakukan secara terarah.

Bagi sekolah, keikutsertaan dan keberhasilan siswa dalam kompetisi karate bukan sekadar persoalan memenangkan pertandingan. Lebih jauh, proses latihan hingga menghadapi kompetisi menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa, terutama dalam hal disiplin, keberanian, konsistensi, kepercayaan diri, serta kemampuan menghadapi tekanan.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil VI Makassar Cetak Kinerja Positif dan Inovasi Digital

Kepala Sekolah RHIS, Dirgahayu Lestari, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Fikri Nakhla Rafie dan Moch. Faqih Rasyid. Ia menilai prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan minat dan bakat siswa yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan hasil positif.

 

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Fikri Nakhla Rafie dan Moch. Faqih Rasyid. Di RHIS, karate merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan setiap pekan,” ujar Dirgahayu Lestari.

Menurutnya, sekolah berupaya memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler tidak ditempatkan sekadar sebagai aktivitas tambahan, tetapi menjadi salah satu bagian dari proses pendidikan yang dapat mendukung perkembangan siswa secara lebih menyeluruh.

Baca Juga : Pegadaian Syariah Sentral Tumbuh 33 Persen, OSL Tembus Rp360 Miliar

Pembinaan yang dilakukan secara rutin menjadi penting karena prestasi dalam sebuah kompetisi tidak lahir secara instan. Kemampuan teknik, kesiapan mental, kedisiplinan mengikuti latihan, serta keberanian tampil dalam kompetisi merupakan proses yang membutuhkan waktu dan konsistensi.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan latihan yang konsisten, disiplin, serta dukungan yang baik, potensi siswa dapat berkembang secara optimal,” lanjutnya.

Karate Championship" href="https://rakyatku.com/tag/korpasgat-karate-championship">Korpasgat Karate Championship 2026 menjadi salah satu momentum bagi Fikri dan Faqih untuk menguji hasil latihan mereka dalam situasi kompetisi. Berhadapan dengan peserta lain juga memberikan pengalaman penting bagi siswa untuk memahami atmosfer pertandingan sekaligus mengevaluasi kemampuan yang telah mereka bangun selama proses latihan.

Baca Juga : Soundrenaline 2026 Guncang Makassar, Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Kembali Bergairah

Dalam olahraga karate, kategori seni/jurus dan kumite memiliki karakter yang berbeda. Seni atau jurus menuntut ketepatan teknik, konsentrasi, penguasaan gerakan, dan penghayatan dalam penampilan. Sementara kumite menguji kemampuan menghadapi lawan secara langsung dengan mengandalkan teknik, kecepatan, strategi, refleks, serta pengendalian diri.

Karena itu, keterlibatan siswa dalam kedua kategori tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir kompetisi. Ada proses belajar yang berlangsung sebelum, selama, dan setelah pertandingan.

Bagi lingkungan sekolah, keberhasilan tersebut juga dapat menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk lebih berani mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing. Tidak semua siswa memiliki potensi yang sama dalam bidang akademik, sehingga ruang pengembangan di bidang olahraga, seni, organisasi, maupun bidang lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih seimbang.

Baca Juga : Dua Skutik Ini Jadi Mesin Penjualan Honda di Sulselbartrabon Sepanjang Semester I 2026

RHIS sendiri terus mendorong siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan yang tersedia. Salah satunya adalah ekstrakurikuler karate yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan.

Konsistensi kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembinaan yang berkelanjutan. Dengan latihan yang dilakukan secara teratur, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi kompetitif, tetapi juga dibentuk agar memahami nilai-nilai yang melekat dalam olahraga.

Disiplin menjadi salah satu nilai utama. Siswa belajar mengikuti jadwal latihan, menjalankan instruksi pelatih, menjaga kebugaran, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Pada saat yang sama, karate juga mengajarkan pentingnya pengendalian diri dan sikap sportif ketika berhadapan dengan lawan.

Baca Juga : SSAO Series 4 Siap Digelar, 90 Pegolf dari 13 Negara Bakal Bertanding

Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang lebih luas. Kemampuan untuk berlatih secara konsisten, menerima evaluasi, menghadapi kegagalan, dan kembali memperbaiki kemampuan merupakan bekal yang dapat diterapkan siswa dalam berbagai aspek kehidupan.

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang telah mendampingi Fikri dan Faqih selama proses latihan hingga persiapan menghadapi kompetisi. Peran pelatih dinilai penting dalam mengarahkan kemampuan teknis sekaligus mempersiapkan mental siswa sebelum turun bertanding.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan prestasi kedua siswa tersebut.

Apresiasi khusus disampaikan kepada Bapak Rahmat dan Ibu Emi Julianti selaku orang tua Fikri Nakhla Rafie. Dukungan juga diberikan oleh Bapak Tri Atwijaya dan Ibu Hj. Siti Juharsi selaku orang tua Moch. Faqih Rasyid.

Sinergi antara sekolah, pelatih, dan keluarga menjadi fondasi penting dalam mendukung perkembangan seorang siswa. Ketika proses pembinaan dilakukan secara konsisten dan mendapatkan dukungan dari lingkungan terdekat, siswa memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan dirinya.

Prestasi Fikri dan Faqih di Karate Championship" href="https://rakyatku.com/tag/korpasgat-karate-championship">Korpasgat Karate Championship 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat. Hasil tersebut dapat menjadi titik evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.

Bagi siswa yang lain, pencapaian tersebut juga dapat menjadi inspirasi bahwa prestasi dapat dibangun dari proses yang panjang. Kemauan untuk berlatih, kedisiplinan, keberanian mengikuti kompetisi, serta dukungan lingkungan menjadi sejumlah faktor yang dapat membantu siswa mengoptimalkan potensinya.

Dirgahayu berharap keberhasilan kedua siswa tersebut dapat memberikan energi positif bagi seluruh siswa RHIS untuk terus berani mencoba dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi siswa RHIS lainnya untuk berani mengembangkan potensi, terus berprestasi, dan tetap rendah hati dalam setiap pencapaian,” pungkasnya.

Pencapaian Fikri Nakhla Rafie dan Moch. Faqih Rasyid pada Karate Championship" href="https://rakyatku.com/tag/korpasgat-karate-championship">Korpasgat Karate Championship 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar catatan prestasi olahraga. Bagi RHIS, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana pembinaan minat dan bakat dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter.

Dengan latihan yang teratur, pendampingan pelatih, dukungan keluarga, dan ruang yang diberikan sekolah, potensi siswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan menghasilkan prestasi di berbagai bidang.

BERITA TERKAIT