RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Di antara sekitar 3.500 mahasiswa baru reguler Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Tahun Akademik 2026/2027, terdapat 34 mahasiswa yang menghafal Al-Qur’an 30 juz.
Keberadaan para hafiz dan hafizah itu mencuat dalam rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Sabtu, 12 September 2026.
Momen itu terjadi ketika Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP menyampaikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa baru. Menjelang akhir orasinya, Amran tiba-tiba bertanya apakah di antara peserta terdapat penghafal Al-Qur’an 30 juz.
“Yang 30 juz, berdiri,” kata Amran.
Satu per satu mahasiswa kemudian berdiri dari tempat duduknya. Sebanyak 34 mahasiswa baru, laki-laki dan perempuan, menyatakan telah menghafal Al-Qur’an 30 juz.
Mereka berasal dari beragam program studi. Tidak hanya dari rumpun studi keislaman seperti Pendidikan Bahasa Arab dan Ahwal Syakhshiyyah, tetapi juga dari Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Psikologi, Arsitektur, Hukum Bisnis, hingga program studi lainnya.
Baca Juga : Spanduk Bertuliskan TOLAK KEDATANGAN MENTAN PERUSAK LINGKUNGAN Terpampang Depan Unismuh Makassar
Fakta tersebut memperlihatkan warna tersendiri dalam komposisi mahasiswa baru Unismuh tahun ini. Dari sekitar 3.500 mahasiswa baru reguler, 34 di antaranya atau mendekati satu persen merupakan penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Amran kemudian meminta mereka maju ke depan. Para mahasiswa itu mendapat perhatian khusus dalam orasi yang sebelumnya banyak berbicara tentang karakter, kerja keras, disiplin, perjuangan, dan masa depan generasi muda.
Mentan bahkan secara spontan menyampaikan bantuan Rp150 juta untuk dibagikan kepada para penghafal Al-Qur’an yang berdiri saat itu.
Baca Juga : Dobrak Status Prodi Baru, Pendidikan Profesi Bidan Unismuh Makassar Langsung Sabet Akreditasi Unggul
“Bagi semua yang berdiri, Rp150 juta, itu dari saya. Bagi rata saja,” ujar Amran.
Suasana Balai Sidang pun berubah riuh. Tepuk tangan mahasiswa menyambut perhatian yang diberikan kepada para hafiz dan hafizah tersebut.
Menariknya, para penghafal 30 juz tersebut tidak terkonsentrasi pada satu program studi.
Baca Juga : IKA Unhas Matangkan Fondasi Organisasi, Pemilihan Ketua Secara Langsung Jadi Arah Baru
Pendidikan Bahasa Arab menjadi salah satu program studi dengan jumlah hafiz cukup menonjol. Namun, terdapat pula mahasiswa penghafal 30 juz yang memilih pendidikan dokter dan kedokteran gigi.
Ada pula yang menempuh pendidikan di Keperawatan, Kebidanan, Psikologi, Arsitektur, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Bisnis, serta program studi lainnya.
Keberagaman itu menunjukkan bahwa tradisi menghafal Al-Qur’an berjalan berdampingan dengan pilihan keilmuan yang luas.
Baca Juga : Unhas All Out Backup Mentan Amran Sulaiman Hadapi Mafia
Mereka kini memasuki fase baru sebagai mahasiswa Unismuh, kampus yang mengusung identitas Integrated, Green, Islamic and Futuristic (I GIFt).
Dalam pembukaan Ta’aruf sebelumnya, Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda ST MT IPU menegaskan bahwa mahasiswa baru sedang memasuki lingkungan akademik untuk membangun masa depan sekaligus mengembangkan karakter.
Kehadiran 34 penghafal Al-Qur’an 30 juz di antara ribuan mahasiswa baru menjadi salah satu potret dari proses itu: mahasiswa datang dengan latar belakang, kemampuan, dan pilihan keilmuan berbeda, tetapi membawa modal karakter dan pengalaman masing-masing untuk bertumbuh di Kampus Biru.
Berikut nama dan program studi mahasiswa baru penghafal Al-Qur’an 30 juz:
1. Amiruddin — Pendidikan Bahasa Arab
2. Muh Fahmi Ruslan — Kedokteran Gigi
3. Fatan Al Rasyid — Ahwal Syakhshiyyah
4. Andi Muh Afridal — Ahwal Syakhshiyyah (PUTM)
5. Firdaus — Ahwal Syakhshiyyah
6. Fathul Mubarak — Pendidikan Bahasa Arab
7. Andi Zatya Alif Ayatullah — Arsitektur
8. Muizul Haq — Pendidikan Bahasa Arab
9. Lukman — Ahwal Syakhshiyyah
10. Ananda Wira S — Pendidikan Pelatihan Olahraga
11. Ahmad Setiawan Muslim — Pendidikan Agama Islam
12. Hidayat Ramadhani — Pendidikan Bahasa Arab
13. Muh Nuriman — Ahwal Syakhshiyyah (PUTM)
14. Fakhirun Maula — Pendidikan Bahasa Arab
15. Khusnul Khatima — S1 Keperawatan
16. Aqila Nadia Putri — S1 Psikologi
17. Azkia Ainun Rahman — S1 Pendidikan Bahasa Arab
18. Nurul Fatimah Azzahra — Hukum Bisnis
19. Aisyah Ayul Syahrani — Pendidikan Dokter
20. Dzul Jalali Wal Ikram — Pendidikan Bahasa Arab
21. Suhailah Al Atsariyah — Pendidikan Bahasa Arab
22. Sri Ahriani — Hukum Ekonomi Syariah
23. Nur Rifa Mardiah Jaya — Pendidikan Bahasa Arab
24. Sitti Syawalia — Ahwal Syakhshiyyah
25. Asmahniar — Ahwal Syakhshiyyah
26. Munahdah Afiyah — Kedokteran Gigi
27. Suci Fajria Ridwan — Pendidikan Dokter
28. Ahmad Yasin — Ahwal Syakhshiyyah
29. Shofiyah Achmad — Psikologi
30. Aisyah Fadhilah Syarif — Pendidikan Bahasa Arab
31. Zahra Muthmainnah — Pendidikan Bahasa Arab
32. Muthmainnah — S1 Kebidanan
33. Muh Rofiqin Shodiq — Ahwal Syakhshiyyah
34. Sakinah Suparman — Pendidikan Bahasa Arab