RAKYATKU.COM, MAKASSAR--Wartawan senior, Sukriansyah S Latief, geram. Itu karena pengambil kebijakan terkesan abai.
Gegara antrean di sejumlah SPBU dan betul-betul, sudah meresahkan. Antrean panjang dan berjam-jam, sudah dinilai tidak masuk akal. Terlebih lagi, sudah beberapa hari dan tak ada solusi.
Parahnya lagi, saat kondisi antrean dan macet panjang, tak satupun petugas pengalaman terlibat. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.
Saat jalan pagi di kisaran Pengayoman, Makassar, Jumat (11/9), Uki,---sapaan akrab Sukriansyah S Lateif, menemukan fenomena ini. Tak ayal, jiwa sebagai jurnalis bangkit.
Ia pun menyoroti hal di SPBU itu. Dan, benar, keluhan Uki, hampir sama dengan pendapat kebanyakan warga Makassar.
BERITA TERKAIT
-
Pascagempa Magnitudo 6,2 Parigi Moutong, Pertamina Sulawesi Pastikan Penyaluran BBM dan LPG Aman
-
Antisipasi Kebutuhan Sektor Pertanian, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg Hingga 65% di Sulselbar
-
Urai Antrean Biosolar di Makassar, Pertamina dan Hiswana Migas Sidak Sejumlah SPBU
-
Guna Kelancaran Logistik, Pertamina Tambah Pasokan Biosolar dan Operasikan Terminal BBM Makassar 24 Jam