RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga emas yang makin ketat, PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbarra Maluku) mencatatkan lonjakan kinerja finansial yang signifikan. Konsistensi menjaga portofolio bisnis dan akselerasi transformasi digital menjadi modal utama perusahaan untuk melampaui target bisnis yang ditetapkan.
Kinerja Finansial Melampaui Target RKAP
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Pratikno, mengungkapkan bahwa hingga penutupan Triwulan II (Q2), akumulasi pinjaman (outstanding loan) di wilayah kerjanya telah menembus angka Rp17,37 triliun. Perolehan ini menunjukkan lonjakan performa secara Year-on-Year (YoY) hingga 53,16%.
"Capaian outstanding loan sebesar Rp17,37 triliun pada kuartal kedua ini mencerminkan realisasi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 yang menembus angka 115,07%. Ini merupakan bukti bahwa kepercayaan masyarakat Kawasan Timur Indonesia terhadap produk pegadaian tetap solid," tegas Pratikno.
Kinerja mentereng ini disokong oleh ekosistem operasional yang membawahi 4 provinsi dan terbagi ke dalam 7 area operasional, yakni Makassar 1, Makassar 2, Parepare, Bantaeng, Ambon, Palopo, dan Kendari.
Deputi Bisnis Area Makassar 2, Tomy Djoko Tri Rahardjo, menambahkan bahwa wilayah operasional Makassar 2 yang membentang dari sebagian Kota Makassar hingga Kabupaten Jeneponto—menjadi salah satu penyumbang kontribusi terbesar bersama dengan Area Makassar 1 dan Area Parepare.
Baca Juga : Serentak di 71 Cabang, Pegadaian Ketuk Pintu Langit Salurkan Bantuan untuk Masyarakat
Rasio Cadangan Emas dan Edukasi Investasi Jangka Panjang
Mengenai volatilitas harga emas di pasar global, Pratikno mengimbau masyarakat untuk cermat dan memandang aset emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) serta investasi portofolio jangka panjang (3 hingga 5 tahun), bukan sebagai komoditas spekulasi harian. Bagi nasabah yang ingin melakukan trading secara aktif, Pegadaian mengarahkan penggunaan instrumen ETF Emas yang lebih terstruktur.
Guna menjaga kepercayaan nasabah, Pegadaian menerapkan standar keamanan likuiditas emas secara ketat. Cadangan fisik emas (underlying asset) di vault penyimpanan nasional dikelola dengan rasio 1:1, ditopang dengan pasokan safety stock sebesar 20 kg setiap harinya.
Baca Juga : Pegadaian Syariah Sentral Tumbuh 33 Persen, OSL Tembus Rp360 Miliar
Terobosan ATM Emas dan Produk Galeri 24
Dalam hal kemudahan aksesibilitas fisik, Pegadaian terus menghadirkan terobosan langsung di lapangan. Deputi Operasional Kanwil VI Makassar, Andi Syam, menyoroti kehadiran fasilitas inovatif berupa ATM Emas yang disiagakan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan logam mulia secara instan.
"Kami telah menyiagakan fasilitas ATM Emas, salah satunya berlokasi di Cabang Mallemongan Baru, Makassar. Melalui ATM Emas ini, masyarakat dapat membeli dan mencetak emas batangan fisik secara real-time dengan sistem pembayaran digital seperti QRIS maupun transfer bank," jelas Andi Syam.
Baca Juga : Soundrenaline 2026 Guncang Makassar, Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Kembali Bergairah
Keberadaan ATM Emas ini dipadukan dengan ketersediaan produk emas murni buatan anak perusahaan Pegadaian, Galeri 24, yang kini makin diminati oleh investor ritel maupun institusi karena standar kemurnian dan legalitasnya yang terjamin.
Mitigasi Risiko dan Tata Kelola Korporasi
Fluktuasi harga emas yang tajam tentu menyimpan risiko bisnis tersendiri bagi lembaga keuangan berbasis gadai. Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI Makassar, Deddy Suryady, menekankan pentingnya kerangka Enterprise Risk Management (ERM) yang terintegrasi secara bertingkat dari pusat hingga daerah.
Baca Juga : Dua Skutik Ini Jadi Mesin Penjualan Honda di Sulselbartrabon Sepanjang Semester I 2026
"Pengendalian risiko dilakukan secara komprehensif mulai dari tim riset emas di kantor pusat, jajaran direksi, hingga departemen manajemen risiko di tingkat kantor wilayah. Setiap hari kami menetapkan kalkulasi harga taksiran gadai berbasis analisis prediktif guna memitigasi potensi kejatuhan harga secara drastis," papar Deddy Suryady.
Selain simulasi risiko harian, Pegadaian juga mengimplementasikan strategi transfer risk untuk mengalihkan potensi kerugian material pada eksposur portofolio komoditas.
Modernisasi Aplikasi "TRING!" dan Pendampingan Lapangan
Di lini digital, Pegadaian berfokus memperkuat ekosistem aplikasi mobile (seperti TRING! atau Pegadaian Digital) dengan merombak total tampilan antarmuka (User Interface/UI) serta alur pengalaman pengguna (User Experience/UX). Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh transaksi investasi dan penjaminan dapat diakses secara mandiri dan intuitif oleh masyarakat.
Untuk mendukung inklusi digital di lapangan, Pegadaian merekrut sekitar 150 tenaga magang fresh graduate yang disebar di berbagai kantor cabang dan outlet. Para tenaga magang ini dibekali insentif sebesar Rp2,5 juta per bulan khusus untuk mendampingi, mengedukasi, dan memandu nasabah walk-in agar terbiasa bertransaksi secara digital.
Melalui kombinasi pertumbuhan kinerja finansial di atas 100%, penguatan mitigasi risiko ERM, hingga terobosan ATM Emas dan edukasi digital, Pegadaian Kanwil VI Makassar optimistis dapat mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin pasar keuangan terpadu di kawasan Indonesia Timur.
TAG
- #pegadaian
- #Kanwil VI Makassar
- #ATM Emas
- #Investasi Emas
- #berita ekonomi
- #makassar
- #Galeri 24
- #Berita Pegadaian