Selasa, 01 September 2026 22:53
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Menindaklanjuti keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin panggil PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (PLN UID Sulselrabar).

 

Dalam pertemuan di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026), General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menjelaskan penyebab terjadinya pemadaman bergilir serta langkah penanganan yang dilakukan.

"Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang. Kami ingin mengetahui mendengarkan penjelasan, dan kami meminta cepat dicarikan solusi," kata Appi 

Baca Juga : Pemenang Tender Stadion Untia Diumumkan Akhir September, Peletakan Batu Pertama Awal Oktober

Pemadaman bergilir tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di Kota Makassar yang setiap hari bergantung pada pasokan listrik, mulai dari aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Karena itu, ia meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan persoalan kelistrikan sehingga kondisi di lapangan dapat kembali normal.

"Saya akan bantu komunikasikan dengan pihak bertugas di Unit PLN yang mengalami kendala (Jeneponto), untuk penanganan gangguan listrik. Perlu ada kepastian agar segera diatasi supaya kembali normal," tambah Ketua IKA FH Unhas itu. 

Baca Juga : Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos Digital

Ia berharap persoalan yang menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir dapat segera diketahui dan ditangani, sehingga masyarakat tidak terus-menerus dibebani dengan gangguan pasokan listrik.

"Perlu normal. PLN ini menunjang aktivitas masyarakat," katanya.

Setelah mengetahui penyebab pemadaman bergilir, faktor utama bukan karena faktor El-nino. Appi meminta kesiapan PLN terkait persoalan ketersediaan sumber energi yang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan ke depan.

Baca Juga : Pemkot Perkuat Sinergi TNI-Polri, Ormas dan Masyarakat untuk Menjaga Keamanan

Menurutnya, kondisi pasokan energi perlu diantisipasi, terutama ketika terjadi penurunan sumber energi tertentu yang dapat berpengaruh terhadap kemampuan pembangkit dalam memasok kebutuhan listrik.

Ia memperkirakan, apabila kondisi sumber energi seperti ketersediaan air mengalami penurunan, kapasitas pasokan listrik juga dapat ikut terdampak.

Munafri menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar sistem kelistrikan tidak hanya mengandalkan satu sumber energi. 

Baca Juga : Wali Kota Apresiasi Pengelolaan Sampah di Kecamatan Ujung Pandang

Menurutnya, diperlukan penguatan sistem melalui optimalisasi sejumlah pembangkit yang tersedia.

"Mestinya masih ada sekitar 30 persen. Karena ada beberapa pembangkit yang bisa ditambahkan barangnya di sistem," ujarnya.

Oleh sebab itu, Munafri meminta agar proses penanganan dilakukan secepat mungkin dan masyarakat mendapatkan kepastian mengenai kondisi pasokan listrik.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Resmikan Masjid Maradekaya

Ia menekankan, pemerintah kota membutuhkan koordinasi yang jelas dengan PLN sehingga apabila terjadi gangguan atau pemeliharaan jaringan, dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

"Kami dari Pemerintah, berharap PLN bisa mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama," pungkas Munafri.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (PLN UID Sulselrabar), Edyansyah, memastikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) masih dalam kondisi terkendali.

Edyansyah menyampaikan langsung perkembangan dan kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar.

"Tadi, kami juga melaporkan kondisi sistem kelistrikan yang ada di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat," kata Edyansyah.

Menurutnya, PLN sejauh ini masih berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, dalam satu hingga dua hari terakhir, PLN menghadapi persoalan tambahan akibat adanya pemeliharaan pada salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berada di IPP Jeneponto.

Pemeliharaan tersebut berdampak terhadap berkurangnya pasokan tenaga listrik yang tersedia dalam sistem.

Edyansyah menyebut kapasitas pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan tersebut mencapai 125 megawatt (MW).

"Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik," jelasnya.

Edyansyah mengatakan, berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan kembali beroperasi secara normal paling lambat pada tanggal 5 September 2026.

Jika pemulihan berjalan sesuai rencana, kondisi sistem kelistrikan Sulselrabar diharapkan kembali membaik dan lebih stabil.

"Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, insyaallah pada tanggal kurang lebih tanggal 5, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali," katanya.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan tenaga listrik belum dapat tersedia secara optimal dalam beberapa hari terakhir.

"Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insyaallah nanti di tanggal 5 semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal," terangnya.

Menurut Edyansyah, pemulihan pasokan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sulselrabar.

Dia juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi sistem kelistrikan dapat kembali stabil dan pelayanan listrik tetap berjalan dengan baik.

"Kami mohon doa dan dukungannya, semoga sistem kelistrikan yang sebenarnya sudah terdampak kondisi super El Nino sejak bulan Juni, tetapi kita masih bisa menjaga kontinuitas pasokan tenaga listrik tetap eksis dan tetap bisa menyalurkan tenaga listrik secara baik," tuturnya.

Terkait kondisi pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar, Edyansyah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak risau.

Ia memastikan PLN terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kondisi sistem kelistrikan sembari menunggu sejumlah kapasitas pembangkit kembali masuk ke dalam sistem.

"Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan," katanya.

Edyansyah juga menjelaskan terdapat tambahan kapasitas pembangkit yang saat ini masih dalam proses pemulihan.

Menurutnya, secara keseluruhan terdapat sekitar 300 MW kapasitas yang diharapkan dapat kembali mendukung sistem kelistrikan.

"Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih," ungkapnya.

Dari kapasitas tersebut, sebanyak 125 MW ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026.

"Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September," pungkas Edyansyah. 

BERITA TERKAIT