Selasa, 01 September 2026 12:18
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, GOWA - Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko membawakan orasi ilmiah bidang perlindungan dengan judul Mahasiswa Pewaris Estafet Kepemimpinan Bangsa dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Alauddin Makassar tahun akademik 2026/2027. Kegiatan dilaksanakan di masjid kampus UIN Makassar, di kampus Samata pada Selasa 1 September 2026.

 

Dalam kesempatan itu, Mayjen Bangun disambut meriah oleh 6000 mahasiswa baru (maba). Ia mengajak para pelajar baru untuk menuntut ilmu dengan baik. 

“Kalian sebagian kecil dari orang yang mendapat kesempatan untuk menuntut ilmu di universitas favorit. Belajar dengan baik karena kalian yang akan menjadi pemimpin ke depan,” kata Mayjen Bangun.

Baca Juga : Silaturahmi dan Jumat Berkah Bersama Laksus Panaikang

Dalam kesempatan yang sama, ia mengingatkan status pelajar sebagai intelektual. Dimana setiap tindakan, termasuk penyampaian aspirasi seyogyanya dilakukan dengan cara-cara yang ilmiah.

 

"Jangan muda terprovokasi, ikut janganan euforia di media sosial yang justru membuat kita saling benci. Sampaikan aspirasi dengan baik. Jangan rendahkan profesi orang lain. Bisa jadi profesi itu hina di matamu tapi itu bermanfaat untuk keluarga mereka," tambahnya.

Mengingat para mahasiswanya berasal dari berbagai daerah seperti dari Papua, Kalimantan bahkan ada dari Malaysia, Mayjen Bangun membocorkan rahasia untuk meraih kesuksesan. 

Baca Juga : Bulog dan Komisi VI DPR RI Salurkan Bantuan Pangan Beras di KDKMP Kelurahan Untia Makassar

"Saya juga dulu ngarit, nyangkul selah selesai sekolah. Dan Alhamdulillah bisa seperti ini. Kunci suksesnya mudah. Bekerja, berusaha dan berdoa lebih dari orang lain. Tidak ada yang bisa kalahkan doa yang dikabulkan. Orang tua kalian punya doa, berharap anak-anaknya bisa sukses. Saya juga punya anak dan saya bangga mereka pernah jadi murid seperti kalian saat ini," jelasnya.

Mayjen Bangun juga berbicara terkait perkembangan global yang terjadi saat ini. Dimana perang terjadi di beberapa negara dengan melibatkan kekuatan militer negara-negara besar. Ia mengajak persatuan dan kesatuan untuk tetap menjaga kesatuan Republik Indonesia.

"Venezuela punya sumber daya banyak, negara yang mau ambil, ambil saja. PBB tidak bisa apa-apa dan negara lain hanya mencaci. Makanya dibutuhkan semangat persatuan dan kesatuan agar Indonesia tetap satu. Mari jaga kebhinekaan kita dengan tetap menjaga semangat persatuan agar nanti kalian menjadi pemimpin negara yang besar ini," jelasnya.