Senin, 24 Agustus 2026 12:17
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Penguatan industri kakao di Sulawesi Selatan tidak lagi sekadar berfokus pada pemberian kredit modal kerja, melainkan pada penguatan seluruh rantai nilai (value chain).

 

Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas kakao yang melibatkan pelaku industri hulu hingga hilir: PT Comextra Majora, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, serta kelompok petani dan UMKM kakao.

Melalui kerja sama ini, ekosistem pembiayaan terhubung secara langsung dengan offtaker (pembeli siaga) seperti PT Comextra Majora. Skema ini menjamin keterhubungan antara peningkatan kapasitas produksi petani, pembiayaan dari lembaga keuangan seperti PNM dan Pegadaian, hingga jaminan kepastian penyerapan hasil panen di pasar.

Baca Juga : Serentak di 71 Cabang, Pegadaian Ketuk Pintu Langit Salurkan Bantuan untuk Masyarakat

Pendekatan berbasis ekosistem ini dirancang untuk mengatasi masalah klasik pertanian, seperti ketidakpastian harga panen dan keterbatasan akses modal awal.

 

Dengan keterlibatan lembaga keuangan mikro dan modal ventura di bawah binaan OJK, para petani kakao tidak hanya mendapatkan suntikan dana modal kerja, tetapi juga pendampingan teknis guna meningkatkan produktivitas serta kualitas biji kakao lokal agar memenuhi standar industri ekspor