Sabtu, 29 Agustus 2026 12:43
(Ki-kan) Heri Budi Kusuma Kepala Departemen Strategi And Support Unit Usaha Syariah, Subhan Fauzin Deputi Bisnis Pegadaian Area Makassar 1
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Pegadaian Syariah berkomitmen untuk terus memperkuat keseimbangan antara pertumbuhan bisnis finansial dan kepedulian lingkungan. Melalui pemanfaatan Dana Kebajikan Umat (DKU)yang bersumber dari infak dan sedekah nasabah Pegadaian Syariah berkolaborasi dengan gerakan Aksi Hijau menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan Untia, sabtu(29/8),Makassar.

 

Kepala Departemen Strategi & Support Unit Usaha Syariah Pegadaian Pusat, Heri Budi Kusuma, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini dipilih karena manfaat ekologisnya yang luar biasa bagi ekosistem pesisir.

"Hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung alam dari abrasi pantai, menjadi rumah dan restorasi biota laut, serta memiliki daya serap karbon 4 hingga 5 kali lebih baik dibandingkan hutan tropis. Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan membangun benteng alam untuk masa depan generasi mendatang," ujar Heri Budi Kusuma.

Baca Juga : Pegadaian Syariah Luncurkan Pembiayaan Porsi Haji Plus untuk Perjalanan Haji yang Lebih Terencana

Program penanaman pohon ini merupakan bagian dari agenda tahunan Pegadaian Syariah. Untuk tahun ini, penanaman difokuskan di dua titik wilayah Indonesia Timur, yakni Kota Makassar (Sulawesi Selatan) dan wilayah Maluku Utara, dengan melibatkan secara aktif masyarakat serta petani mangrove lokal di sekitar lokasi penanaman.

 

Deputi Bisnis Pegadaian Area Makassar 1, Subhan Fauzin, menegaskan bahwa operasional di tingkat daerah mendukung penuh inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari kantor pusat tersebut.

Kegiatan ini dibingkai dalam gerakan berlabel "Tanam Emas" (Ekosistem Mangrove dan Alam Sekitar).

Baca Juga : Bekerjasama dengan Pengadaian Syariah, Pemkab Sidrap Gelar Seminar Emas dan Amanah Fleet

"Karakteristik menanam mangrove sangat mirip dengan filosofi menabung emas. Mangrove ditanam dari kecil, dirawat dengan sabar, dan manfaat perlindungannya dirasakan di masa depan.

Begitu pula dengan menabung atau mencicil emas; ini adalah investasi masa depan bagi keluarga agar kehidupan finansial di masa tua kelak tetap terkaver," terang Subhan Fauzin.

Subhan menambahkan, keterlibatan perusahaan dalam aspek People, Planet, dan Prosperity (3P) ini berjalan seiring dengan kinerja bisnis yang kian positif.

Pada Semester I tahun ini, Unit Usaha Syariah Pegadaian mencatatkan pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) nasional sebesar 17,7 persen secara year-to-date (ytd), serta menyumbangkan sekitar 16 persen terhadap total portofolio korporasi PT Pegadaian.

Sementara itu, untuk Pegadaian Area Makassar 1 (yang membawahi 14 cabang), Subhan membeberkan kinerja OSL tumbuh signifikan hingga 24 persen (year-on-year), mencapai angka Rp3,1 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang oleh diversifikasi produk pembiayaan syariah serta makin tingginya kesadaran literasi keuangan masyarakat pesisir dan perkotaan dalam memilih investasi emas sebagai instrumen lindung nilai.

BERITA TERKAIT