Kamis, 27 Agustus 2026 11:05
(Ki-kan) Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Asesor LSP BPI Sulsel, Adi Sungkono, Ketua DPD AREBI Sulsel, Frans Sutanjati, kamis (27/8)
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulawesi Selatan resmi menggelar Uji Kompetensi Sertifikasi Broker Properti on-site perdana di Makassar. Langkah strategis ini dilakukan untuk merespons pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 33 Tahun 2025 yang mewajibkan seluruh pelaku bisnis properti memiliki sertifikasi resmi.

 

Ketua DPD AREBI Sulsel, Frans Sutanjati, menjelaskan bahwa penguatan lisensi ini terbagi dalam dua kategori, yakni Sertifikasi Broker Properti (BP) untuk para marketing dan Member Broker Properti (MBP) untuk pemilik kantor agen.

"Sertifikasi ini menjadi new chapter bagi industri properti di Sulsel. Setiap broker properti kini diwajibkan mengantongi sertifikasi kompetensi agar legal dan tepercaya saat melakukan transaksi pemasaran," ujar Frans.

Baca Juga : HUT ke-27 GMTD: Tumbuh Bersama, Berkarya untuk Makassar

Perubahan regulasi ini didasari oleh meningkatnya profil risiko bisnis jasa perantara properti. Per Oktober 2025, Kementerian Perdagangan secara resmi menaikkan klasifikasi risiko industri properti dari risiko kecil menjadi menengah tinggi. Konsekuensinya, standar kompetensi dinaikkan dari 17 unit menjadi 24 unit SKKNI. secara nasional, Deperindag menargetkan 5.000 tenaga kerja tersertifikasi pada tahun ini, di mana lebih dari 2.000 peserta telah dinyatakan lulus uji kompetensi di berbagai kawasan Indonesia.

 

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Asesor LSP BPI Sulsel, Adi Sungkono, menyampaikan bahwa pelaksanaan di Makassar diikuti oleh 74 peserta dari 11 kantor agen properti. Uji kompetensi ini rencananya akan terus digulirkan secara berkelanjutan setiap dua hingga tiga bulan.

"Ke depan, Sulsel ditargetkan mandiri dalam pelaksanaan asesmen karena telah memiliki asesor lokal. Gelombang berikutnya diproyeksikan kembali hadir di Makassar setelah bulan November," jelas Adi.

Resiliensi Pasar Properti Sulsel di Tengah Ketidakpastian

Di balik penguatan legalitas profesi agen, industri properti di Sulawesi Selatan terbukti menunjukkan daya tahan (resiliensi) yang cukup baik ketimbang daerahIndonesi

Daya Beli Segmen Menengah ke Bawah: Hunian end-user rumah baru pada kisaran harga hingga Rp 500 juta mencatatkan tren penjualan paling stabil dan tidak terdampak penurunan pasar.

Pertumbuhan Segmen High-End: Pasar rumah mewah dengan harga di atas Rp5 miliar masih memiliki pangsa pasar yang diminati investor.

Tantangan Pasar Menengah: Rumah pada rentang harga Rp500 juta hingga Rp2 miliar mengalami perlambatan penjualan (slowing down).

Meskipun pasar nasional sempat terkoreksi 10 hingga 20 persen jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, kinerja total omset puluhan agensi di bawah naungan AREBI Sulsel tetap mampu menyumbang transaksi secara konsisten. Langkah sertifikasi bertahap ini diyakini akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen dan profesionalisme industri properti di Kawasan Timur Indonesia.

BERITA TERKAIT