Jumat, 21 Agustus 2026 17:19
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Tata Kelola BLUD dan Pencegahan Pidana Korupsi di Puskesmas dan RSUD Kota Makassar Tahun 2026, yang digelar di Hotel Claro Makassar, Kamis (20/8/2026) malam.

 

"Kegiatan ini sangat penting, tujuannya sebagai pembekalan, juga penguatan dalam hal pencerahan dan pengambilan keputusan bekerja sesuai aturan hukum," ujar Munafri dalam kegiatan tersebut.

Appi menilai bimtek sangat penting bagi para kepala puskesmas yang baru menjabat yang membutuhkan pengetahuan yang detail mengenai tata kelola BLUD agar mampu menjadi benteng bagi dirinya sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Baca Juga : Kadis Kominfo M Roem Paparkan Inovasi Lontara+ dan Command Center di Forum Kota Cerdas Kemendagri

"Kita sadar dan tahu betul bahwa banyak di antara peserta adalah kepala puskesmas yang baru. Tentu butuh knowledge yang penting, knowledge yang detail, untuk menjadi tameng dan benteng terhadap dirinya dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi," tambah Appi.

 

Dia menjelaskan, konsep Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki dua hal penting yang harus berjalan beriringan, yakni fleksibilitas dan akuntabilitas.

Fleksibilitas, kata Appi, dibutuhkan untuk mendukung pelayanan agar lebih cepat dan responsif. Namun, fleksibilitas tersebut tetap harus dibarengi dengan akuntabilitas karena menyangkut pengelolaan anggaran negara.

Baca Juga : Sekda Makassar Zulkifly Soroti Penyerapan Anggaran Belanja Operasional dan Rutin Kelurahan

"Kalau dari fleksibilitasnya, ini ke masalah pelayanan, relation, approach dan sebagainya. Lalu kalau kita ke akuntabilitas, ini yang lebih penting, karena dampaknya akan mengganggu sistem yang sudah terbangun dengan sangat baik," jelasnya.

Ketua IKA FH Unhas itu mengingatkan bahwa kepala puskesmas tidak cukup hanya memahami aspek medis. Mereka juga harus menguasai tata kelola pemerintahan karena memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan dana negara.

"Bagaimana ceritanya seorang dokter kalau tidak dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni mengurusi masalah struktur bangunan dan sebagainya. Serta mengurusi administrasi yang dengan begitu banyak tetek bengek yang terjadi, belum lagi harus berkonsentrasi di tugasnya sebagai seorang dokter" lanjutnya.

Baca Juga : Prihatin Kabut Asap di Makassar, Appi Instruksikan Dinas Bagi Masker Gratis

Politisi Golkar itu menegaskan, pencegahan korupsi bukan dilakukan dengan menghindari tanggung jawab atau takut mengambil keputusan, termasuk dalam menandatangani dokumen yang menjadi bagian dari tugas dan kewenangan.

"Kalau kita tahu ilmunya, jalan dengan baik, jalan dengan aman, jalan dengan lancar," imbuh mantan CEO PSM itu.

Appi meminta para kepala puskesmas tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan yang menjadi teladan bagi seluruh jajaran.

Baca Juga : Appi Paparkan Program Unggulan Makassar Creative Hub di Forum PBB Jenewa 2026

"Pekerjaan menjadi kepala puskesmas bukan pekerjaan nyambi. Ini pekerjaan yang sangat penting, vital, menyangkut kehidupan orang banyak, menyangkut kesehatan masyarakat," imbuh Appi.

Appi bahkan mengaku masih menerima informasi mengenai adanya kepala puskesmas yang tidak menjalankan tugas secara maksimal.

"Saya tidak mau mendengar lagi bahwa ada kepala puskesmas yang hanya datang, setelah itu pergi meninggalkan kantor, baru mau pulang baru datang lagi. Ini namanya tanggung jawab. Haknya diterima, tanggung jawabnya dijalankan dong," tambah Appi.

Baca Juga : Pemkot Makassar Fasilitasi Truk Angkut Ternak Babi di Panaikang

Menurutnya, seorang ASN latar kesehatan harus mampu memahami persoalan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan kegiatan hingga realisasi anggaran.

Sebab, ketika serapan anggaran rendah atau pelaksanaan program tidak berjalan maksimal, pimpinan harus mampu menjelaskan penyebab sekaligus mengambil langkah penyelesaian.

"Bagaimana serapan anggaran ini bisa dimaksimalkan? Bagaimana perencanaan bisa jalan dengan baik? Bagaimana eksekusi bisa berjalan dengan baik," ungkapnya.

BERITA TERKAIT