Kamis, 13 Agustus 2026 19:42
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Cinta di RT 01/RW 05, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. (Dok Rakyatku)
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin apresiasi keberhasilan program pertanian perkotaan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Cinta di RT 01/RW 05, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala.

 

Appi menyebut, urban farming menjadi bagian penting dari upaya membangun siklus pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sampah hingga pemanfaatan kompos untuk pertanian.

“Dengan adanya urban farming ini, proses dari seluruh rangkaian sirkulasi pengelolaan sampah yang baik bisa bermuara ke urban farming. Setelah itu, sisa-sisa makanan bisa menjadi kompos lagi,” kata Appi saat mengunjungi lokasi urbang farmin KWT pada Kamis (3/8/2026).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Larang Penampilan Tak Pantas Dalam Memeriahkan HUT RI ke 81

KWT Cinta disebut telah memperlihatkan hasil nyata dimana sejumlah komoditas seperti pakcoy dan sawi telah beberapa kali dipanen. Bahkan, aktivitas menanam mulai berkembang di rumah-rumah warga di sekitar lokasi yang menunjukkan adanya kesamaan semangat dan kepedulian masyarakat dalam mengembangkan pertanian perkotaan.

 

“Ini yang kita harapkan bisa tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Tidak semuanya langsung berhasil. Pasti ada fase kegagalan, tetapi jangan sampai kegagalan membuat frustrasi lalu berhenti,” jelasnya.

Appi berharap pola yang diterapkan KWT Cinta menjadi contoh untuk mengembangkan urban farming secara mandiri dan berkelanjutan di tempat lain di Kota Makassar.

Baca Juga : Edukasi Calon Pengantin di Makassar untuk Cegah Risiko Judol serta Pinjol

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad menyebut pihaknya secara rutin melakukan pendampingan terhadap kelompok tani dan KWT yang telah menerima bantuan pemerintah.

“Semua kelompok wanita tani dan kelompok tani yang sudah terbentuk dan menerima bantuan dari DP2 selalu kami lakukan pendampingan. Setiap bulan kami pantau,” kata Aulia.

Bantuan yang diberikan DP2 meliputi benih dan bibit tanaman, media tanam, kompos, pupuk organik cair, hingga bantuan ayam petelur beserta kandang dan pakan. Untuk sektor perikanan, bantuan berupa kolam terpal, bibit ikan, dan pakan.

Baca Juga : Dinsos Makassar Genjot Pendataan Perlinsos Digital

Khusus KWT Cinta, bantuan yang diberikan merupakan paket terintegrasi yang mencakup pertanian, peternakan, perikanan, sekaligus pengelolaan sampah.

"KWT Cinta merupakan salah satu dari 15 lokasi binaan DP2 yang dikembangkan dengan konsep terintegrasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok yang sebelumnya telah aktif menjalankan urban farming secara mandiri," jelasnya.

Aulia menyebut hasil panen KWT Cinta telah memiliki pasar. Hasil penjualan dapat digunakan kembali untuk membeli pupuk, pakan, maupun kebutuhan produksi lainnya sehingga kegiatan urban farming dapat terus berjalan tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.