RAKYATKU.COM, SIDRAP — Ruang kerja Rumah Jabatan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) malam itu terasa berbeda. Di bawah pendar lampu temaram dan atmosfer diskusi yang hangat, sebuah dialog krusial berlangsung selama 45 menit, tepat dimulai pukul 23.00 WITA, Selasa (10/8/2026).
Podcast khusus yang dipandu oleh jurnalis senior Edy Basri tersebut menghadirkan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, guna membedah secara mendalam program strategis nasional akselerasi infrastruktur perdesaan melalui pembangunan 6 Jembatan Perintis Garuda karya jajaran Kodim 1420/Sidrap.
Diskusi ini bukan sekadar panggung pemaparan angka dan progres teknis, melainkan sebuah kilas balik mendasar atas direktif Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan TNI Angkatan Darat mengambil peran aktif dalam pembangunan infrastruktur konektivitas perdesaan—sebuah tugas yang sebelumnya ditangani penuh oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Bulukumba Apresiasi Pemutaran Film Unggulan TNI AD Saat Ribuan Masyarakat Nobar Piala Dunia
Langkah terobosan pemerintah pusat tersebut didasari oleh kapabilitas teknis prajurit serta struktur komando teritorial TNI AD yang mampu menjangkau hingga pelosok desa terpencil, layaknya jejaring Babinsa di wilayah Kodim 1420/Sidrap.
Berawal dari keprihatinan atas tingginya risiko keselamatan warga dan anak-anak sekolah yang terisolasi serta harus menyeberangi sungai demi menuntut ilmu, kebijakan pembangunan Jembatan Garuda/Merah Putih ini menjadi jawaban nyata atas ikhtiar kemanusiaan tersebut.
Dalam dialog interaktif sesi pertama, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memaparkan data konkret dari laporan teknis lapangan terkait pembangunan jembatan perintis yang dikerjakan oleh jajaran TNI AD di bumi Nene Mallomo.
Baca Juga : Pangdam Hasanuddin Silaturahmi dengan Masyarakat, Rayakan 26 Tahun Pernikahan dengan Bernyanyi Bersama
Di level nasional, target pembangunan mencapai 2.838 jembatan yang tersebar di 38 provinsi, di mana sebanyak 1.416 titik (sekitar 49,9%) telah berhasil dirampungkan.
Kabupaten Sidrap sendiri menjadi salah satu daerah penerima manfaat strategis dengan total 6 alokasi pembangunan jembatan.
Berdasarkan data operasional per Senin, 10 Agustus 2026, salah satu pilar utama yang telah rampung 100% adalah Jembatan Armco di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae.
Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Anggota Kodam Hasanuddin Nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Swiss
Jembatan sepanjang 14 meter dan lebar 5 meter yang membentang di atas Sungai Maluku ini mengaplikasikan konstruksi beton K-350 tangguh berpenahan Armco, yang kini secara langsung memulihkan aksesibilitas dan mobilitas bagi lebih dari 850 jiwa warga setempat.
Sementara itu, proyek pembangunan jembatan beton lainnya di wilayah Kodim 1420/Sidrap mencatatkan progres signifikan mendekati tahap akhir (berada di kisaran 80% hingga 95%):
Jembatan Sungai Cendana (Desa Tanatoro, Kec. Pitu Riase): Berstruktur beton dengan panjang 17 meter dan lebar 4 meter di atas sungai selebar 19 meter. Progres fisik telah mencapai 93,30%, membebaskan 176 KK (550 jiwa) dari isolasi geografis, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan jalur pendropan material yang terjal serta licin.
Baca Juga : Pangdam Hasanuddin dan Jajaran Gelar Nobar Piala Dunia di Kantor Koperasi Merah Putih
Jembatan Salo Labekka (Desa Mattirotasi, Kec. Watang Pulu): Berstruktur beton dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter, kini menorehkan progres 95,50%. Jembatan ini menjadi urat nadi vital yang menghubungkan secara langsung mobilitas warga antara Desa Mattirotasi (Dusun 2 Pabbaresseng) dan Desa Buae.
3 Titik Jembatan Tambahan: Tiga lokasi pembangunan jembatan beton lainnya di wilayah pelosok Sidrap saat ini terus dipacu pengerjaannya oleh personel gabungan Kodim 1420/Sidrap dan masyarakat, dengan capaian progres fisik rata-rata telah menembus 80% hingga 90% dan ditargetkan rampung fully dalam waktu dekat.
Memasuki sesi kedua dan ketiga, Edy Basri bersama Bupati Syaharuddin Alrif mengulas sisi historis dan akademis kemanunggalan TNI bersama masyarakat.
Baca Juga : Karier Moncer Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, Eks Kopassus dan Intelijen Kini Pimpin Divif 3 Kostrad
Pengalaman panjang TNI AD dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), terbukti menjadi modal sosial dan taktis yang solid. Kemampuan mobilisasi personel dan peralatan secara cepat di medan bergejolak maupun terisolasi membuat tenggat waktu pekerjaan berjalan efektif.
Dalam momen yang penuh khidmat pada sesi apresiasi, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif secara khusus menyampaikan ungkapan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang kepada Kepala Negara dan Pucuk Pimpinan TNI.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh warga masyarakat Sidrap, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta Panglima TNI, Bapak Jenderal TNI Agus Subiyanto, beserta seluruh jajaran TNI ke bawah. Kebijakan strategis dan kepedulian nyata beliau telah menghadirkan solusi konkret bagi warga kami di pelosok yang selama ini mendambakan akses jalan yang aman dan layak," ungkap Syaharuddin Alrif dengan nada mantap.
Bupati menambahkan bahwa sinergi antara Pemkab Sidrap, Kodim 1420/Sidrap, dan elemen masyarakat adalah bentuk nyata kebangkitan roh gotong royong.
Keenam jembatan ini bukan sekadar struktur beton dan baja, melainkan benteng keselamatan bagi anak-anak sekolah serta akselerator bagi kelancaran distribusi hasil pertanian warga.
Kehadirannya diproyeksikan memangkas biaya logistik hasil bumi, mempercepat arus pergerakan komoditas unggulan, serta memicu pertumbuhan titik-titik ekonomi baru di wilayah perdesaan Sidrap.
Mengakhiri podcast berdurasi 45 menit tersebut tepat pada pukul 23.35 WITA, dialog ini menegaskan kembali keberhasilan integrasi komando teritorial bersama pemerintah daerah.
Ketika negara hadir secara utuh hingga ujung desa, keterisolasian kawasan dapat dituntaskan demi kesejahteraan dan keselamatan seluruh rakyat.