RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Seorang mahasiswa berinisial EE (23) diamankan karena diduga merekayasa jadi korban penculikan dan disekap hingga meminta uang tebusan Rp 90 juta ke orang tuanya.
Kasus ini terungkap berawal dari laporan orang tua EE yang hilang kontak dan mendapatkan pesan dari seseorang yang mengaku menyekap anaknya pada Jumat (7/8).
"Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya," kata Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Sangkala pada Kamis (13/8/2026).
Baca Juga : Dua Tahun dalam Pencarian, Polres Wajo Ungkap Kasus Hilangnya Paramita Titania Angelica
Orang tua EE juga mendapat informasi bahwa anaknya memiliki utang puluhan juta yang harus dibayar agar anaknya yang sedang disekap tidak dibunuh.
"Orang tua dihubungi oleh seseorang dengan mengatakan bahwa anaknya memiliki sangkutan uang sekitar Rp 90 juta dan diminta segera ditebus. Anaknya sementara dalam penguasaan pemilik uang dan disekap, bahkan akan dibunuh apabila tidak segera menyelesaikan sangkutan uang itu," tambah AKP Sangkala.
Usai mendapatkan informasi tersebut, Tim URC Jatanras Polrestabes Makassar bekerja cepat dan akhirnya menemukan EE di sebuah rumah kos di kawasan Tamalanrea, Makassar.
Baca Juga : Kapolres Wajo Baru AKBP Diouglas Mahendrajaya Disambut Jajar Kehormatan dan Tari Padduppa
"Namun setelah didalami diketahui bahwa yang menculik, mengancam dan sebagainya adalah korban itu sendiri. Korban membuat sandiwara untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup," jelas Sangkala.