Selasa, 04 Agustus 2026 17:35
Editor : Editor

RAKYATKU.COM, PAREPARE--Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di Kota Parepare, Selasa (4/8/2026).

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Sidak ini dilakukan untuk memastikan distribusi gas subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

 

Sidak dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, didampingi Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Parepare Andi Wisna serta SBM Sulselbar VII Gas Pertamina, Mulian Pratama.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Baca Juga : Tasming Hamid Lantik Pejabat Pemkot Parepare, Tegaskan Tidak Ada Praktik Transaksional

Hamka mengatakan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan selama sepekan ke seluruh rantai distribusi LPG, mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen, pangkalan hingga pengecer.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

“Dalam satu minggu ini kami akan terus melakukan pengawasan dan melihat distribusi dari SPBE ke agen, ke pangkalan hingga pengecer, sehingga kami bisa mengetahui di mana sebenarnya persoalan terjadi jika ada kendala,” kata Hamka.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Menurutnya, hasil pemantauan sementara menunjukkan distribusi LPG di Parepare masih berjalan normal dan belum ditemukan masalah besar.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Baca Juga : Hadiri Launching Aksi Stop Stunting 2026, Tasming Dorong Sinergi Wujudkan Generasi Emas 2045

Namun, pemerintah menduga tingginya kebutuhan LPG dipengaruhi musim kemarau yang membuat banyak petani menggunakan tabung gas untuk mengoperasikan pompa air irigasi.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

“Sebenarnya stok aman dan kami terus memantau proses distribusi setiap hari. Saat ini alokasi LPG di Parepare sekitar 7.240 tabung per hari,” ujarnya.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Hamka menambahkan, jika dalam pemantauan ditemukan peningkatan kebutuhan yang signifikan akibat musim kemarau, Pemkot Parepare akan mengusulkan penambahan kuota LPG kepada pihak terkait.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Sementara itu, SBM Sulselbar VII Gas Pertamina, Mulian Pratama, menegaskan bahwa LPG subsidi tidak diperbolehkan disalurkan ke luar wilayah distribusi yang telah ditetapkan.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

“Secara ketentuan, penyaluran LPG tidak boleh keluar dari wilayah distribusi atau kota dan kabupaten yang menjadi wilayah alokasinya. Saat ini kami masih melakukan penelusuran dan koordinasi terkait indikasi adanya barang yang keluar daerah,” jelas Mulian.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Ia mengungkapkan, Pertamina secara rutin melakukan monitoring ke SPBE, agen, dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan normal. Bahkan dalam tiga hari terakhir, pasokan LPG untuk Parepare telah ditingkatkan dari sekitar 7.240 tabung menjadi 7.800 tabung per hari.

“Kami melihat permintaan cukup tinggi dalam beberapa minggu terakhir, kemungkinan terdampak musim kemarau,” katanya.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Menurut Mulian, peningkatan konsumsi LPG tidak hanya berasal dari rumah tangga dan usaha mikro, tetapi juga dari petani yang menggunakan LPG untuk mengoperasikan mesin pompa air irigasi.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Ia menjelaskan, berdasarkan regulasi pemerintah, penggunaan LPG subsidi untuk sektor pertanian hanya diperbolehkan bagi petani sasaran yang menerima bantuan konverter kit BBM ke BBG dari pemerintah.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Namun di lapangan banyak petani yang melakukan konversi secara mandiri sehingga ikut menggunakan LPG subsidi.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

“Banyak petani yang menggunakan LPG untuk pompa air karena dinilai lebih hemat, waktu operasionalnya lebih lama, dan biayanya lebih murah dibandingkan BBM,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Meski demikian, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Terkait penyaluran melalui pengecer, Mulian menyebut regulasi masih memperbolehkan pengecer terdaftar menerima sekitar 10 persen dari alokasi pangkalan.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Namun saat ini pihaknya mengimbau seluruh pangkalan agar lebih memprioritaskan penjualan kepada konsumen langsung, khususnya rumah tangga dan usaha mikro.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

Salah seorang warga Parepare, Rahim, mengaku masih dapat membeli LPG 3 kilogram langsung di pangkalan dengan harga yang bervariasi.

 

Baca Juga : Perencanaan dan Penganggaran Jadi Sorotan KPK, Tasming Hamid Dukung Penguatan Pengawasan Daerah

Baca Juga : Dukung Pembentukan BNNK Parepare, Tasming Hamid Perkuat Kolaborasi dengan BNNP Sulsel

Baca Juga : Pemkot Parepare dan Lintas OPD Bersinergi Dukung Gizi Anak

 

“Kadang saya beli Rp18.500 per tabung, kadang juga sampai Rp20.000 per tabung,” katanya. (*)

Penulis : Hasrul Nawir

BERITA TERKAIT