Rabu, 29 Juli 2026 20:50
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, SIDRAP – Perusahaan energi asal Kanada, Portage Energy Group yang berkolaborasi dengan Acacia Energy, menjajaki peluang investasi energi baru terbarukan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Rencana investasi tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (waste-to-energy), pembangkit listrik biogas berbahan baku kotoran ayam, panas bumi (geothermal), hingga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

 

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, rombongan investor dipimpin Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) Portage Energy Group, Stephen Akpakwu, yang datang untuk melihat langsung potensi pengembangan energi bersih di daerah tersebut.

"Ini adalah kunjungan investor. Mr. Stephen bersama tim melakukan kunjungan dalam rangka menjajaki kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, pembangunan pembangkit listrik biogas menggunakan kotoran ayam, geotermal, dan PLTS. Empat target itu akan dilakukan upaya penjajakan potensi," kata Syaharuddin, Rabu (29/7/2026). 

Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Malake, Akses Warga Sidrap-Wajo

Menurutnya, khusus proyek pembangkit listrik tenaga sampah, Sidrap memiliki posisi strategis karena berada di tengah sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Kondisi itu memungkinkan kerja sama regional dalam penyediaan bahan baku sampah.

 

"Karena Sidrap berada di tengah, maka tentu bisa menjalin kerja sama dengan daerah tetangga seperti Parepare, Soppeng, Wajo, Barru, Enrekang, dan Pinrang. Kalau waste-to-energy ini berjalan di Sidrap, tentu akan mengurangi beban pemerintah Sidrap dan daerah sekitar untuk mengubah sampah menjadi listrik," ujarnya.

Selain sampah, investor juga tertarik mengembangkan pembangkit listrik biogas berbahan baku limbah peternakan ayam. Syaharuddin mengatakan, potensi bahan baku di Sidrap jauh melebihi kebutuhan proyek tersebut.

Baca Juga : Tasming Hamid Turut Berduka Atas Wafatnya Ibu Mertua Bupati Sidrap

"Untuk chicken waste atau biogas dari kotoran ayam akan dilakukan karena kebutuhannya hanya 100 ton per hari, sementara produksi kotoran ayam kita bisa mencapai 700 ton per hari," katanya.

Syaharuddin mengaku menyambut positif rencana investasi tersebut. Menurutnya, proyek energi baru terbarukan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menambah sumber energi listrik.

"Saya sangat menyambut baik kunjungan ini. Ini menjadi harapan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar setiap daerah mengembangkan potensi energi baru terbarukan supaya daerahnya bisa menyelesaikan masalahnya, membuka lapangan kerja, dan memiliki potensi energi listrik yang baru," ucapnya.

Baca Juga : Surya Paloh Yakin 2024 Anggota DPR RI Nasdem dari Sulsel Minimal Enam Orang

Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah terkait rencana kerja sama penyediaan sampah dari enam kabupaten tersebut. Menurutnya, respons yang diterima sejauh ini positif dan tinggal menunggu tahapan kajian lanjutan.

"Saya sudah komunikasi dengan beberapa kepala daerah dan tentu mereka menyambut baik. Tinggal menunggu tahapan kunjungan berikutnya dan melakukan pengkajian lagi agar waste-to-energy ini bisa berjalan di Sidrap. Karena investasinya juga lumayan besar, maka kunjungan investor ini akan kita laporkan ke gubernur dan pemerintah pusat agar bisa difasilitasi," ujarnya.

Menurut Syaharuddin, rencana investasi tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong setiap daerah mengembangkan energi baru terbarukan.

Baca Juga : Ternyata Bukan Mimpi, Nelayan Takalar Ditelepon Menang Hadiah Mobil Saat Tidur Pulas

"Harapan dan perintah Bapak Presiden adalah setiap daerah mengembangkan waste-to-energy dan energi baru terbarukan. Di Sidrap sudah ada turbin angin. Kalau ini berhasil, nanti ada waste-to-energy dan pembuatan biogas dari kotoran ayam. Ini sangat bagus karena potensi kotoran ayam di Sidrap mencapai 700 ton per hari, sementara mereka hanya membutuhkan 100 ton per hari. Hal ini cukup dan bisa berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) Portage Energy Group, Stephen Akpakwu, mengatakan Sidrap dipilih karena dinilai sebagai salah satu pusat energi hijau di Indonesia dengan potensi besar untuk pengembangan berbagai sumber energi terbarukan.

"Sangat jelas mengapa Sidrap dianggap sebagai pusat energi hijau di Indonesia. Anda melihat turbin angin dan dari pembicaraan kami terlihat potensi besar di bidang bio-organik, pengolahan sampah menjadi listrik, dan geotermal. Yang ingin kami lakukan adalah mengubah potensi itu menjadi kenyataan," kata Stephen.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Merambah ke Sulteng, Budi Daya Porang Memperlihatkan Prospek Bagus

Stephen menilai tidak banyak daerah di Sulawesi yang memiliki kombinasi potensi seperti Sidrap sehingga kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi paling potensial untuk pengembangan proyek.

"Ketika kami melihat Sulawesi secara lebih luas, tidak banyak tempat yang memungkinkan kami menjalankan proyek seperti ini. Saya bisa katakan hanya ada dua lokasi yang memungkinkan, dan Sidrap adalah salah satunya. Kami sangat antusias mewujudkan proyek ini," ujarnya.

Terkait skema kerja sama, Stephen mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap akan mendorong kolaborasi antardaerah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku sampah.

"Berdasarkan pembicaraan kami dengan Bupati, akan ada kolaborasi antarkabupaten agar kami mendapatkan cukup sampah. Kami menargetkan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Di lokasi ini nantinya akan dibangun fasilitas yang mengubah sampah menjadi listrik," jelasnya.

Stephen juga mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Sidrap selama kunjungan berlangsung. Menurutnya, keramahan yang diterima semakin menguatkan keyakinannya untuk melanjutkan penjajakan investasi tersebut.

"Kami disambut dengan sangat baik. Kami dijamu makan siang yang sangat lezat. Saya bahkan untuk pertama kalinya mencoba salah satu makanan khas di sini. Rasanya luar biasa," pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Stephen Akpakwu didampingi jajaran Acacia Energy, yakni Chief Executive Officer (CEO) Jose Roy Borromeo, Chief Financial Officer (CFO) Chuckie Borromeo, serta Direktur Perwakilan Indonesia Muhammad Malik Setiawan. Acacia Energy akan berkolaborasi dengan Portage Energy Group dalam pengembangan proyek energi terbarukan yang dijajaki di Kabupaten Sidrap.

BERITA TERKAIT