RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Gelaran Wastra Heritage Market" href="https://rakyatku.com/tag/wastra-heritage-market">Wastra Heritage Market 2026 resmi dibuka dengan semangat membawa kain dan produk wastra khas Sulawesi Selatan melesat ke kancah nasional hingga internasional. Agenda yang mengusung tema "Tradition Reimagined" ini menjadi ruang kolaborasi strategis antara generasi muda, pelaku UMKM, perancang busana, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Mendorong Wastra Sulsel Naik Kelas dan Mendunia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan bahwa potensi pasar dan kreativitas perancang busana lokal Sulsel sangat besar serta tidak kalah bersaing dengan standar nasional maupun internasional.
Baca Juga : Kinerja APBN Sulsel Semester I 2026 Solid: Ekonomi Tumbuh 6,88%, Belanja Negara Tembus Rp25,94 Triliun
"Bank Indonesia bersama pemerintah provinsi dan instansi terkait terus mendorong bagaimana wastra ini dikembangkan. Tidak hanya juara di Sulawesi Selatan, tetapi harus secara nasional, bahkan dipromosikan ke luar negeri," tegas Rizki.
Ia menambahkan, BI Sulsel secara konsisten membina sekitar 75 UMKM setiap tahunnya melalui program inkubasi Rewako, yang mencakup kluster UMKM, petani, ekspor, hingga pesantren guna mendorong kemandirian ekonomi. Bahkan pada tahun sebelumnya, BI sukses mengantarkan karya desainer binaan Sulsel untuk tampil di Turki.
Industri Kreatif dan Apresiasi Lokal
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya membangun apresiasi dan rasa bangga terhadap wastra lokal mulai dari daerah sendiri. Menurutnya, industri kreatif memiliki potensi tak terbatas karena nilainya sangat ditentukan oleh selera dan kecintaan konsumen.
"Pemerintah pusat mendorong industri kreatif karena potensi nilainya tidak terkira. Apresiasi terhadap wastra lokal kita harus diawali dari Sulsel sendiri untuk mendorongnya naik ke level nasional," ujar Jufri.
Sebagai bentuk komitmen Pemprov Sulsel, para ASN telah diwajibkan mengenakan pakaian batik atau wastra tradisional pada hari-hari tertentu. Jufri juga menekankan pentingnya kehadiran wadah inkubator dan offtaker agar para pengrajin dan desainer fokus berkarya tanpa mengkhawatirkan pasar penyerapan produk.
Inovasi Generasi Muda: Tradition Reimagined
Ketua Panitia Wastra Heritage Market" href="https://rakyatku.com/tag/wastra-heritage-market">Wastra Heritage Market 2026, Andi Putri Anzhi, menyampaikan bahwa kegiatan ini digerakkan oleh generasi muda (Gen Z) untuk membuktikan bahwa budaya dan warisan leluhur dapat terus dilestarikan melalui pendekatan modern dan penuh inovasi.
"Melalui tema Tradition Reimagined, kami ingin melihat tradisi dengan cara baru. Budaya tidak berhenti sebagai warisan yang hanya dikenang, tetapi terus hidup dan berkembang melalui karya desain, fashion, kriya, hingga kuliner yang memiliki daya saing global," terang Andi Putri Anzhi.
Baca Juga : Aston Makassar Bidik Pasar Kuliner Jepang, Hadirkan "60 Seconds to Tokyo" hingga Akhir Tahun
Wastra Heritage Market" href="https://rakyatku.com/tag/wastra-heritage-market">Wastra Heritage Market 2026 diharapkan dapat terus menjadi titik temu interaktif bagi para perajin, komunitas, dan masyarakat umum dalam mengangkat kekayaan budaya Nusantara, khususnya Sulawesi Selatan.