Rabu, 22 Juli 2026 14:43
PT Bumi Karsa mencatatkan kinerja impresif dalam pelaksanaan Program Multi Years Project (MYP) Paket 3 milik
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM,MAKASSAR — PT Bumi Karsa mencatatkan kinerja impresif dalam pelaksanaan Program Multi Years Project (MYP) Paket 3 milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga akhir Juni 2026, realisasi fisik pekerjaan proyek infrastruktur ini berhasil mencapai 25 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 12 persen atau mencatat percepatan hingga 13 persen dari jadwal.

 

Capaian positif tersebut mendapat apresiasi langsung dari Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menyebut Paket 3 sebagai paket dengan progres tertinggi di antara seluruh paket pekerjaan dalam program MYP Pemprov Sulsel.

"Dari seluruh paket yang berjalan, Paket 3 mencatat progres tertinggi, yakni mencapai 25 persen. Tentu ini patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan PT Bumi Karsa dalam menjalankan amanah pembangunan infrastruktur daerah," ujar Kadir Halid.

Baca Juga : Rayakan Dies Natalis Ke-7, Kalla Institute Gelar Aksi Donor Darah hingga Forum "Ask The Leaders"

Garap 254,85 KM Jalan di Empat Kabupaten

 

Program MYP Paket 3 ini mencakup pembangunan serta peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan pada empat kabupaten, yakni Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Pinrang, Enrekang, dan Soppeng. Dari total tersebut, delapan ruas jalan telah memasuki tahap konstruksi aktif, sementara sisanya masih dalam tahap perancangan dan persiapan teknis.

Project Manager PT Bumi Karsa, Sarif Barakati, menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2027 sesuai kontrak. Namun, jika kondisi lapangan terus kondusif, penyelesaian proyek berpotensi rampung lebih cepat dari jadwal.

Baca Juga : Ketua KIMA Shooting Club Jalin Silaturahmi dengan UNITAMA Makassar

"Seluruh masukan dan perhatian dari DPRD menjadi bagian dari evaluasi kami agar pelaksanaan proyek tetap berjalan optimal, menjaga kualitas pekerjaan, serta memenuhi target yang telah ditetapkan," ungkap Sarif.

Jaga Kualitas dan Kepatuhan Keselamatan Kerja

Di tengah percepatan progres fisik, PT Bumi Karsa juga tak menampik adanya tantangan operasional, seperti fluktuasi kenaikan harga material konstruksi dan biaya operasional. Meski begitu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan Pemprov Sulsel agar mutu konstruksi tidak dikorbankan.

Baca Juga : KALLA Gaungkan Semangat Piala Dunia 2026 untuk Perkuat Budaya Kolaborasi di Lingkungan Kerja

General Manager PT Bumi Karsa, Ahmad Rani, menegaskan bahwa kecepatan pengerjaan harus senantiasa berjalan seiring dengan standar mutu yang tinggi dan keselamatan kerja.

"Keberhasilan progres proyek tidak hanya diukur dari percepatan pekerjaan, tetapi juga konsistensi dalam menjaga mutu konstruksi, menerapkan aspek keselamatan kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis. Kami optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan," pungkas Ahmad Rani