RAKYATKU.COM, GOWA – Keselamatan berkendara bukan hanya menjadi tanggung jawab pengendara, tetapi juga harus ditanamkan sejak usia dini kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengajak sekitar 40 siswa TK Kemala Bhayangkari 07 Gowa beserta orang tua mereka untuk memahami pentingnya keselamatan saat menggunakan sepeda motor.
Kegiatan edukasi yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen Astra Motor sebagai Main Dealer sepeda motor Honda di Sulawesi Selatan dalam membangun budaya berkendara aman melalui kampanye #Cari_Aman, sekaligus mengedukasi keluarga bahwa perlindungan terhadap anak harus dimulai sejak mereka menjadi penumpang sepeda motor.
Berbeda dengan edukasi safety riding yang umumnya menyasar pengendara, materi kali ini difokuskan pada keselamatan anak saat dibonceng orang tua. Dua instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny dan Restu Wahdini (Dini), memperkenalkan berbagai perlengkapan keselamatan yang wajib digunakan anak, seperti helm yang sesuai ukuran kepala, sepatu, serta pakaian yang dapat memberikan perlindungan lebih baik selama perjalanan.
Materi disampaikan menggunakan metode yang ringan, komunikatif, dan sesuai usia anak-anak sehingga mudah dipahami. Para peserta diajak mengenali pentingnya memakai perlengkapan keselamatan bukan sebagai pelengkap semata, melainkan sebagai perlindungan yang dapat mengurangi risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.
Tak hanya menyasar anak-anak, para orang tua yang mendampingi juga diberikan pemahaman bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap perjalanan, termasuk ketika menempuh jarak yang relatif dekat.
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, Asmo Sulsel mengemas edukasi melalui permainan interaktif dan kuis seputar keselamatan berkendara. Anak-anak terlihat antusias menjawab berbagai pertanyaan mengenai perlengkapan berkendara yang benar. Peserta yang berhasil menjawab mendapatkan hadiah eksklusif dari Honda, sehingga proses edukasi berlangsung lebih menarik sekaligus meninggalkan kesan positif.
Baca Juga : Pertamina Pastikan Layanan SPBU Cokro Tetap Normal Pascainsiden, Imbau Konsumen Jaga Ketertiban Antrean
Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, mengatakan bahwa pembentukan budaya keselamatan akan jauh lebih efektif apabila dimulai sejak usia dini.
"Anak-anak memang belum menjadi pengendara, tetapi mereka sering menjadi penumpang sepeda motor bersama orang tua. Karena itu, mereka perlu mengetahui bahwa setiap perjalanan harus diawali dengan menggunakan helm, sepatu, dan pakaian yang dapat melindungi tubuh. Kami juga mengajak para orang tua untuk menjadi teladan, karena kebiasaan anak dalam berkendara nantinya akan terbentuk dari apa yang mereka lihat dan lakukan bersama keluarga," ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menggunakan helm yang benar dan membonceng dengan posisi yang aman akan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak yang sadar keselamatan ketika kelak telah menjadi pengendara.
Sementara itu, Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menegaskan bahwa momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perlindungan terbaik kepada anak, termasuk ketika berada di jalan raya.
Ia menjelaskan, kampanye #Cari_Aman yang selama ini digaungkan Honda tidak hanya ditujukan kepada pengendara sepeda motor, tetapi juga kepada anak-anak sebagai penumpang yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi saat terjadi kecelakaan.
"Melalui peringatan Hari Anak Nasional, kami ingin mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak saat berkendara. Memastikan anak menggunakan helm yang sesuai, berpakaian dengan aman, dan membonceng dengan posisi yang benar merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan lebih baik. Kami berharap budaya #Cari_Aman dapat tumbuh sejak dini sehingga menjadi kebiasaan yang terus diterapkan hingga mereka dewasa," kata Habib.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Sulsel berharap kesadaran mengenai keselamatan berkendara tidak hanya dimiliki oleh para pengendara dewasa, tetapi juga tumbuh di lingkungan keluarga sejak anak-anak masih berada di bangku pendidikan usia dini. Dengan melibatkan orang tua secara langsung, edukasi diharapkan mampu menciptakan budaya keselamatan yang berkelanjutan dan berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di masa mendatang.