Jumat, 17 Juli 2026 15:33
Pratiwi Puspita bersama ke empat buah hati, Arni mengaku bangga dengan perkembangan anak-anaknya di Ranu Harapan Islamic School dan kembali mempercayakan putra bungsunya untuk menempuh pendidikan di RHIS sebagai bentuk keyakinan terhadap kualitas pendidikan Qurani yang diterapkan sekolah.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM,MAKASSAR– Kepercayaan orang tua terhadap sebuah sekolah sering kali tercermin dari satu keputusan sederhana: kembali mendaftarkan anak berikutnya di tempat yang sama. Itulah yang dilakukan Pratiwi Puspita, yang menjadikan Ranu Harapan Islamic School (RHIS) sebagai pilihan pendidikan bagi seluruh buah hatinya.

 

Tahun ini menjadi momen istimewa bagi keluarga Pratiwi. Putra sulungnya, Ahmad Rizki Al Gazali, resmi menjadi alumni RHIS setelah lulus dari jenjang Sekolah Dasar. Ia juga tercatat sebagai wisudawan Tahfidz Ranu Harapan Islamic School yang berdiri empat tahun lalu.

Tak hanya Ahmad, dua adiknya, Ghina Khumaira yang kini duduk di kelas IV SD dan Aisyah Zakila di kelas I SD, juga tengah menempuh pendidikan di RHIS. Bahkan, anak keempat mereka, Gempa, telah dipersiapkan untuk mengikuti jejak ketiga kakaknya bersekolah di sekolah yang sama.

Baca Juga : Muhammad Ramli Rahim: Membangun Generasi Qurani adalah Investasi Peradaban

Bagi Pratiwi, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia melihat secara langsung perkembangan anak-anaknya selama belajar di RHIS, terutama dalam kemampuan menghafal Al-Qur'an dan pembentukan karakter.

 

"Saya sebagai orang tua sangat bangga karena RHIS sangat fokus dalam membimbing anak-anak. Anak saya yang masih kelas IV SD sudah mampu menghafal dua juz Al-Qur'an. Perkembangannya sangat cepat dan itu membuat kami semakin yakin dengan pendidikan di RHIS," katanya.

Menurut Pratiwi, pendidikan yang diterima anak-anaknya tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman yang menjadi bekal penting dalam kehidupan.

Baca Juga : Di Balik Lahirnya Hafidz Cilik, Ada Perjuangan Orang Tua Menjaga Semangat Anak Menghafal Al-Qur'an

Ia berharap seluruh anaknya dapat tumbuh menjadi generasi Qurani yang memiliki akhlak mulia serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Semoga anak-anak kami tumbuh menjadi generasi Qurani. Kami juga berharap RHIS semakin maju, semakin berkualitas, dan terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi terbaik bagi bangsa," ujarnya.

Keputusan untuk kembali menyekolahkan anak keempat di RHIS, menurut Pratiwi, merupakan wujud kepercayaan keluarga terhadap kualitas pendidikan yang dibangun sekolah tersebut.

Baca Juga : Menitipkan Masa Depan pada Al-Qur'an, Kisah Nurhayati Percayakan Pendidikan Anak di Ranu Harapan Islamic School

"Anak keempat kami, Gempa, juga akan masuk ke RHIS. Ini menjadi bukti bahwa kami benar-benar percaya dengan sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah ini," tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Rizki Al Gazali mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari lulusan RHIS. Selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut, ia merasakan keseimbangan antara pembelajaran akademik dan pembinaan spiritual.

"Saya bersyukur bisa belajar di RHIS. Selain mendapatkan pendidikan formal, saya juga memperoleh pendidikan kerohanian yang sangat baik. Guru-guru membimbing kami untuk mencintai Al-Qur'an sekaligus membentuk akhlak yang baik," ungkap Ahmad.

Baca Juga : Ranu Harapan Islamic School Cetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia, Muhammad Ramli Rahim Hadiahi Umrah Hafidz 30 Juz

Kisah keluarga Pratiwi menjadi gambaran bahwa kepercayaan terhadap sebuah lembaga pendidikan dibangun melalui hasil yang nyata. Ketika pendidikan akademik berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur'an, sekolah tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga generasi yang siap menghadapi masa depan dengan karakter yang kuat.