Selasa, 14 Juli 2026 10:03
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Sebanyak 1.186 siswa baru resmi menjadi bagian dari Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah pada Tahun Ajaran 2026/2027. Para peserta didik tersebut akan menempuh pendidikan di empat wilayah, yakni Kajaolalido, Bukit Baruga, Bone, dan Racing Centre, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

 

Memasuki awal tahun ajaran, Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah tidak hanya mempersiapkan proses belajar mengajar, tetapi juga menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai fondasi awal pembentukan karakter siswa. Kegiatan yang berlangsung pada 13–24 Juli 2026 ini dirancang untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus memahami budaya dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas Athirah.

Direktur Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah, Syamril, mengatakan MPLS bukan sekadar agenda tahunan menyambut siswa baru, melainkan bagian penting dalam proses membangun kesiapan belajar dan karakter peserta didik.

Baca Juga : Jelang Peluncuran New Honda Vario Evo 160, Astra Motor Sulsel Perkuat Kompetensi Sales Lewat Edukasi Safety Riding

> "Tujuan dari MPLS adalah bagaimana siswa dapat memahami dan mengenal lingkungan sekolah dengan baik. Melalui kegiatan ini mereka juga diperkenalkan dengan visi Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah, termasuk budaya serta tata tertib yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari di sekolah," ujarnya.

 

Menanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

Berbeda dengan sekadar orientasi sekolah, MPLS di Athirah dirancang sebagai ruang pembentukan karakter sejak awal peserta didik memasuki lingkungan pendidikan.

Baca Juga : SMP Islam Athirah Bukit Baruga Luncurkan Program Public Speaking, Bekali Siswa Keterampilan Komunikasi Abad ke-21

Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan pembekalan mengenai motivasi belajar, strategi mengikuti proses pembelajaran, hingga pengenalan berbagai aktivitas sekolah yang akan mereka jalani selama satu tahun ajaran.

Yang menjadi pembeda adalah penanaman nilai SAKTI, akronim dari Syukur, Aktif, Kerja Sama, Tekun, dan Ikhlas, sebagai nilai dasar yang diharapkan menjadi karakter setiap lulusan Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan visi sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial.

Baca Juga : Lawan Hoaks,Pertamina Pastikan SPBU Tetap Layani Masyarakat, Bantah Isu Pemeriksaan Pajak Kendaraan di SPBU

Pendidikan Karakter Jadi Pertimbangan Orang Tua

Komitmen Athirah dalam membangun karakter siswa juga menjadi salah satu alasan tingginya kepercayaan masyarakat.

Salah seorang orang tua siswa baru, Riska, mengaku memilih Athirah karena dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara kualitas akademik dan pembinaan adab.

Baca Juga : KALLA Gaungkan Semangat Piala Dunia 2026 untuk Perkuat Budaya Kolaborasi di Lingkungan Kerja

> "Saya memilih Athirah karena kualitas pendidikannya sudah terbukti. Selain memberikan pendidikan akademik yang baik, sekolah ini juga membentuk karakter dan adab anak. Itu yang membuat kami yakin mempercayakan pendidikan anak kami di Athirah," katanya.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan perkembangan zaman, sehingga sekolah memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian anak sejak dini.

Membangun Generasi Berdaya Saing dan Berakhlak

Baca Juga : Raih Pengakuan UNESCO, Gerakan Guru Belajar Terbesar Siap Gelar TPN XIII di Makassar dan Gowa

Dengan bergabungnya 1.186 siswa baru, Sekolah Islam Athirah" href="https://rakyatku.com/tag/sekolah-islam-athirah">Sekolah Islam Athirah kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu institusi pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara keunggulan akademik, penguatan karakter, dan nilai-nilai keislaman.

Melalui rangkaian MPLS, sekolah berharap seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar secara cepat, memahami budaya sekolah, serta memiliki kesiapan mengikuti proses pendidikan yang akan dijalani selama tahun ajaran 2026/2027.

Lebih dari sekadar pengenalan lingkungan sekolah, MPLS menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

BERITA TERKAIT