Selasa, 14 Juli 2026 09:59
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin berhasil menuntaskan pelaksanaan Satgas Hajj Flight 2026, yang berlangsung sejak 2 April hingga 2 Juli 2026. Selama tiga bulan operasional, Pertamina memastikan pasokan Avtur bagi seluruh penerbangan haji berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan penerbangan.

 

Keberhasilan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran keberangkatan maupun kepulangan ribuan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional Hasanuddin.

Sepanjang masa operasional Satgas, Aviation Fuel Terminal Hasanuddin menyalurkan 4.204,181 kiloliter (KL) Avtur untuk melayani 86 penerbangan atau 43 kelompok terbang (kloter) dengan estimasi 18.698 jemaah haji.

Baca Juga : Pertamina Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi di Bone, Pastikan Tepat Sasaran dan Tingkatkan Pelayanan

Seluruh proses pengisian bahan bakar pesawat dilakukan dengan mengedepankan ketepatan waktu, keandalan layanan, serta standar keselamatan yang menjadi prioritas utama dalam operasional penerbangan.

 

Catat Lebih dari 50 Ribu Jam Kerja Selamat

Selain memastikan keandalan pasokan energi penerbangan, Pertamina juga mencatatkan capaian keselamatan kerja yang positif selama pelaksanaan Satgas.

Baca Juga : Lawan Hoaks,Pertamina Pastikan SPBU Tetap Layani Masyarakat, Bantah Isu Pemeriksaan Pajak Kendaraan di SPBU

Selama periode operasional, AFT Hasanuddin membukukan 50.752 Jam Kerja Selamat (JKS) dengan hasil:

Zero Accident

Zero Process Safety Incident

Baca Juga : Zulkifli Hasan Ajak Kepala Desa Kawal Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, APDESI Sulsel Sampaikan Sejumlah Aspirasi

Zero Transportation Accident

Zero Security Incident

Capaian tersebut merupakan hasil implementasi disiplin prosedur operasional, penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), serta sinergi yang kuat antara Pertamina, otoritas bandara, maskapai penerbangan, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional penerbangan haji.

Baca Juga : Jamin Pasokan Biosolar Aman di Parepare, Pertamina Evaluasi Ketat Pelayanan Operator SPBU

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan keberhasilan Satgas Hajj Flight 2026 merupakan buah dari kesiapan personel serta keandalan infrastruktur pendukung.

> "Keberhasilan pelaksanaan Satgas Hajj Flight 2026 merupakan hasil dari kesiapan personel, keandalan sarana dan fasilitas, serta koordinasi yang solid dengan seluruh stakeholder di lingkungan bandara. Setiap proses pengisian Avtur dilaksanakan sesuai prosedur operasional dengan mengutamakan aspek keselamatan sehingga seluruh rangkaian penerbangan haji dapat berjalan lancar hingga akhir masa operasional," ujarnya.

Menurut Andreas, pengalaman selama pelaksanaan Satgas menjadi modal penting dalam memperkuat kesiapan operasional bisnis aviasi Pertamina menghadapi berbagai momentum penerbangan dengan mobilitas tinggi.

Baca Juga : Persempit Ruang Penyalahgunaan, Pertamina Sulawesi Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Kota Parepare

> "Evaluasi dan pembelajaran dari pelaksanaan Satgas ini akan terus menjadi dasar peningkatan kualitas layanan kami. Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan Avtur sekaligus menghadirkan pelayanan yang profesional agar setiap kebutuhan energi penerbangan dapat terpenuhi secara optimal," tambahnya.

Perkuat Peran dalam Mendukung Transportasi Udara Nasional

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menilai keberhasilan Satgas Hajj Flight 2026 menunjukkan kesiapan Pertamina dalam mendukung sektor transportasi udara nasional melalui penyediaan energi penerbangan yang andal.

Menurutnya, kelancaran operasional penerbangan haji tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari operator bandara, maskapai, regulator, hingga Pertamina sebagai penyedia energi aviasi.

> "Kelancaran operasional penerbangan haji menjadi hasil dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat keandalan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga pasokan energi penerbangan agar mampu mendukung berbagai agenda strategis nasional maupun kebutuhan transportasi udara di Indonesia," ungkap Lilik.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menjaga keandalan operasional Aviation Fuel Business. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan layanan energi penerbangan yang aman, profesional, dan berstandar internasional guna mendukung pertumbuhan industri aviasi nasional.

BERITA TERKAIT