Selasa, 14 Juli 2026 09:40
BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Layanan Ujung Negeri (LANURI) sebagai bagian dari program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin (13/7/2026).
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, JAKARTA – Komitmen Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang inklusif terus diperkuat. Menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Layanan Ujung Negeri (LANURI) sebagai bagian dari program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin (13/7/2026).

 

Program ini mengintegrasikan dua inovasi layanan, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) berbasis video conference dan BPJS Keliling, sehingga masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses transportasi maupun jaringan internet tetap dapat memperoleh pelayanan administrasi JKN secara mudah.

Direktur Utama Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan pemerataan layanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan transformasi digital. Kondisi geografis Indonesia yang luas serta belum meratanya infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga : Pertamina Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi di Bone, Pastikan Tepat Sasaran dan Tingkatkan Pelayanan

"Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan implementasi LANURI yang kami hadirkan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh akses layanan JKN tanpa harus menempuh perjalanan jauh," ujar Pujo.

 

Digelar Serentak di 558 Titik

Peluncuran LANURI dilakukan secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Alarm Kenaikan Penyakit Kronis Usia Muda, BPJS Kesehatan Perkuat Skrining dan Kampanyekan Gerakan Hidup Sehat

Sebanyak 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sedangkan 379 titik lainnya menyediakan layanan VIOLA, yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan petugas Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan melalui konferensi video secara real time.

Dalam implementasinya, Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan menggandeng pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dengan memanfaatkan fasilitas publik seperti puskesmas, kantor desa, kantor kecamatan, sekolah hingga fasilitas layanan kesehatan lainnya sebagai lokasi penyelenggaraan VIOLA.

VIOLA Dimanfaatkan Lebih dari 218 Ribu Kali

Baca Juga : Telkomsel Salurkan 590 Hewan Kurban, Jangkau 40 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia

Inovasi digital tersebut menunjukkan tren pemanfaatan yang terus meningkat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali.

Sebagian besar layanan dilakukan di puskesmas dengan jenis layanan yang paling banyak diakses berupa informasi kepesertaan serta perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan tersebut.

Baca Juga : Dana Haji Tak Sekadar Disimpan, BPKH Kelola Secara Syariah untuk Ringankan Biaya Jemaah

Quick Wins Capai 91,53 Persen

Pada kesempatan yang sama, Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan juga mengumumkan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi yang telah terealisasi sebesar 91,53 persen.

Program tersebut terdiri atas delapan inisiatif strategis yang terbagi dalam empat program Customer Centric dan empat program Collaborative, dengan fokus meningkatkan kualitas pelayanan peserta sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga : Haka Auto Perluas Dealer dan Perkuat After Sales demi Tingkatkan Kepercayaan Konsumen EV

Beberapa program prioritas yang telah berjalan antara lain:

Program JKN 3T melalui kerja sama pengoperasian kapal rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah terpencil.

Program P-Care MBG untuk memastikan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi peserta JKN serta memantau kesehatan dan tumbuh kembang siswa penerima Makan Bergizi Gratis.

Program Eliminasi Inefisiensi melalui pengembangan intelligence claim guna meningkatkan efisiensi pembiayaan JKN sekaligus mencegah potensi kecurangan (fraud).

Menurut Pujo, sejumlah program lainnya masih terus disempurnakan bersama kementerian dan lembaga terkait.

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan LANURI juga ditopang kolaborasi berbagai institusi. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Panel Barus, menyatakan pihaknya siap mendukung pemanfaatan jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar hingga pelosok desa sebagai lokasi penyelenggaraan layanan VIOLA maupun BPJS Keliling.

Menurutnya, keberadaan koperasi yang telah memiliki akses internet dapat mempercepat pemerataan layanan administrasi JKN di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan infrastruktur.

Dukungan serupa juga datang dari Tentara Nasional Indonesia. Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, mengatakan jaringan fasilitas kesehatan TNI, kapal rumah sakit, hingga sekitar 76.000 personel Babinsa siap diberdayakan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Memastikan Tidak Ada Masyarakat yang Tertinggal

Peluncuran LANURI menandai arah baru transformasi layanan Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan yang tidak hanya mengandalkan digitalisasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan kolaboratif dan jemput bola.

Melalui kombinasi layanan virtual, mobil layanan keliling, serta dukungan berbagai institusi, Kesehatan" href="https://rakyatku.com/tag/bpjs-kesehatan">BPJS Kesehatan ingin memastikan seluruh peserta JKN, termasuk yang berada di wilayah paling terpencil sekalipun, memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas.

BERITA TERKAIT