RAKYATKU.COM, BARRU – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulsel Sulbar) bersinergi dengan legislatif dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pemahaman finansial masyarakat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui agenda "Edukasi Keuangan untuk Masyarakat Cerdas Finansial" yang dipusatkan di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Masiga Tower, Kabupaten Barru, pada Minggu (5/7/2026).
Aktivasi edukatif ini menyasar sekitar 350 peserta dari berbagai elemen strategis, mulai dari kalangan guru, tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga warga umum. Langkah taktis ini merupakan wujud nyata implementasi amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), serta akselerasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan program TPAKD.
Mitigasi Kejahatan Digital dan Pentingnya Pemahaman Hak Konsumen
Baca Juga : Sasar Sektor Beras dan Telur, OJK Sulsel Sulbar Pacu Pembiayaan KUR di Sidrap
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengutarakan bahwa tantangan industri jasa keuangan saat ini sudah bergeser. Fokus regulator tidak lagi sekadar membuka pintu akses ke lembaga formal, tetapi juga memastikan masyarakat memahami risiko, biaya, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen.
"Literasi keuangan adalah fondasi mutlak bagi masyarakat di era modern. Dengan pemahaman yang matang, masyarakat tidak hanya bijak mengambil keputusan keuangan, tetapi juga memiliki benteng pertahanan yang kuat dari jeratan aktivitas keuangan ilegal yang marak beredar di ruang digital," urai Muchlasin dalam sambutannya.
Investasi Produktif dan Dorongan Kesejahteraan Keluarga
Baca Juga : Sasar Wilayah Pesisir, OJK Sulsel Sulbar Perkuat Literasi Keuangan Nelayan Sinjai
Dalam forum yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc., menyoroti korelasi erat antara kecerdasan finansial dengan ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, keluarga yang melek keuangan memiliki peluang jauh lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya.
"Edukasi ini berdampak makro terhadap produktivitas UMKM, perluasan akses modal, serta penguatan budaya menabung dan investasi aman. Ini adalah motor penggerak menuju kemandirian ekonomi daerah," jelas Andi Yuliani Paris.
Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., turut menyampaikan apresiasinya dan menegaskan komitmen Pemkab Barru untuk terus memfasilitasi tersedianya akses keuangan yang legal dan aman bagi warganya.
Sepanjang kelas edukasi, para peserta dibekali materi komprehensif terkait manajemen keuangan keluarga, investasi bebas bodong, kewaspadaan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal, perlindungan data pribadi, hingga pemanfaatan industri fintech lending resmi yang berada di bawah pengawasan ketat OJK.
TAG
- ##OJKSulselSulbar
- ##KabupatenBarru
- ##LiterasiKeuangan
- ##UUP2SK
- ##GENCARKAN
- ##CerdasFinansial
- ##InfoBarru
- ##EkonomiInklusif