Kamis, 09 Juli 2026 23:15
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bupati Wajo Andi Rosman menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026). Forum tersebut membahas percepatan perlindungan lahan pertanian guna memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

 

Rapat koordinasi dipimpin Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Direktur Jenderal Tata Ruang ATR/BPN Suyus Windayana, Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman, jajaran pemerintah provinsi, serta seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan itu, Andi Rosman didampingi Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Wajo mengikuti pembahasan mengenai penetapan LP2B yang menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.

Baca Juga : Bupati Wajo Hadiri HUT ke-67 Maros, Andi Rosman Kembali ke Daerah Tempat Mengabdi 30 Tahun

Pemerintah menargetkan perlindungan LP2B mencapai 87 persen dari total Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di setiap daerah. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melampaui target dengan menetapkan LP2B sebesar 88,05 persen.

 

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. Meski demikian, Nusron menegaskan lahan di luar kawasan LP2B tetap tidak bisa dialihfungsikan secara bebas.

"Boleh dipakai, tapi tidak bebas. Tetap harus mengajukan izin penggunaan lahan non-LP2B untuk kepentingan lain. Fungsinya agar tidak ugal-ugalan dalam pengalihan fungsi lahan," ujar Nusron.

Baca Juga : Dinas PUPR dan Bapperida Wajo Pastikan Tak Ada Pokir DPRD di APBD 2026

Menanggapi hal itu, Bupati Wajo Andi Rosman menegaskan Pemerintah Kabupaten Wajo siap bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan tata ruang yang berpihak pada keberlanjutan sektor pertanian.

"Insya Allah kami selalu siap bersinergi sekaligus mendukung percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi lahan pertanian produktif dari alih fungsi yang tidak terkendali," kata Andi Rosman.

Menurutnya, Wajo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian agar tetap produktif.

Baca Juga : Hadiri Penyerahan Bantuan Pertanian di Makassar, Bupati Wajo Apresiasi Dukungan Kementan dan Pemprov Sulsel

"Kami juga menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional dalam perlindungan lahan pertanian. Lahan sawah produktif harus dijaga agar tetap menjadi penopang produksi pangan dan sumber penghidupan masyarakat, khususnya para petani," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Andi Rosman bersama seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan menandatangani Berita Acara Penetapan LP2B. 

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Sekda Sulsel Jufri Rahman, Dirjen Tata Ruang ATR/BPN Suyus Windayana, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan Wartomo.

Baca Juga : Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Bersaing Global, UNIPRIMA Sengkang Terapkan Kurikulum Berbasis OBE

Pemerintah berharap percepatan penetapan LP2B di seluruh daerah dapat menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menekan laju alih fungsi lahan pertanian produktif. 

Penulis : Abd Rasyid. MS