Sabtu, 04 Juli 2026 14:14
Editor : Syukur Nutu

RAKYATKU.COM, WAJO – Universitas Puangrimaggalatung (UNIPRIMA) Sengkang melakukan transformasi akademik secara menyeluruh untuk menjadi universitas berdaya saing nasional dan internasional. Transformasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), serta kebutuhan industri global.

 

Rektor UNIPRIMA Sengkang, Dr. H. Darmawan Sanusi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat internasional.

"Transformasi ini merupakan langkah strategis agar sistem pendidikan tinggi yang kami bangun selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dunia usaha, dunia industri, dan standar pendidikan tinggi internasional," ujarnya.

Baca Juga : Hadiri Pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel, Bupati Andi Rosman Ajak Guru Junjung Sportivitas dan Kreativitas

Sebagai bagian dari perubahan tersebut, UNIPRIMA melakukan reorientasi visi dan misi universitas. Kampus ini menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan berbasis moralitas.

 

Melalui visi baru tersebut, UNIPRIMA menargetkan lahirnya lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Transformasi juga diwujudkan melalui penyusunan kurikulum baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Mahasiswa tidak hanya dibekali penguasaan teori, tetapi juga kompetensi berbahasa Inggris, literasi digital, kecerdasan artifisial, analisis data, kepemimpinan, komunikasi global, hingga kewirausahaan.

Baca Juga : DLH Kabupaten Wajo Optimistis Pelayanan Lingkungan Tetap Maksimal Meski Anggaran Terbatas

Sebagai identitas baru institusi, UNIPRIMA mengembangkan 10 mata kuliah penciri universitas yang berfokus pada penguatan kompetensi global. Mata kuliah tersebut mencakup kemampuan komunikasi internasional, transformasi digital, Artificial Intelligence, kepemimpinan, inovasi, kewirausahaan, pembangunan berkelanjutan, hingga proyek kolaboratif berskala internasional.

Selain itu, seluruh program studi juga mulai menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai dasar penyusunan kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi.

Dengan sistem tersebut, proses belajar tidak lagi berfokus pada penyampaian materi di kelas, tetapi mengedepankan pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyelesaian persoalan nyata.

Baca Juga : Pengelolaan Keuangan Tetap Sehat, Bupati Wajo Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025 di DPRD

UNIPRIMA juga memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran melalui integrasi Artificial Intelligence, literasi data, komunikasi digital, dan kolaborasi internasional.

Melalui transformasi tersebut, kampus berharap lulusannya tidak hanya siap menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), inovator, peneliti, maupun pemimpin yang mampu menjawab tantangan global.

UNIPRIMA menilai bahwa memilih perguruan tinggi berarti menentukan arah masa depan. Karena itu, selain memberikan pendidikan akademik, kampus juga berupaya membangun karakter, kompetensi, pengalaman, serta jejaring yang dibutuhkan mahasiswa untuk bersaing di era global.

Baca Juga : Mewakili Bupati, Kepala BKPSDM Wajo Perkuat Silaturahmi di Pengukuhan KKW Sumatera Selatan

Dengan visi baru, kurikulum adaptif, penerapan Outcome-Based Education, serta penguatan kompetensi global, UNIPRIMA Sengkang optimistis mampu melahirkan lulusan profesional, inovatif, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Penulis : Abd Rasyid. MS