Jumat, 03 Juli 2026 13:25
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas jangkauan edukasi finansial ke lingkungan pondok pesantren dan akademisi. Langkah ini direalisasikan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, PONOROGO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas jangkauan edukasi finansial ke lingkungan pondok pesantren dan akademisi. Langkah ini direalisasikan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis kemarin.

 

Edukasi ini bertujuan untuk mencetak investor muda domestik yang cerdas dan sadar risiko, sekaligus memperkuat basis penetrasi pasar modal berbasis prinsip Islam di tanah air.

Dominasi Investor Muda dan Potensi Pasar Jawa Timur

Baca Juga : Bendung Jaringan Penipuan Lintas Negara, OJK dan UNODC Perkuat Sinergi Finansial di Asia Tenggara

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, antusiasme generasi muda dalam sektor investasi menunjukkan grafik pertumbuhan yang pesat. Sampai dengan pertengahan Mei 2026, total investor pasar modal di Indonesia telah menembus angka sekitar 28,1 juri investor. Menariknya, porsi terbesar didominasi oleh anak muda di bawah usia 30 tahun yang mencakup lebih dari 54 persen.

 

Provinsi Jawa Timur sendiri menempati posisi strategis nasional sebagai wilayah dengan basis pemodal terbesar ketiga—mengantongi sekitar 3,1 juta investor—tepat di bawah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Melonjaknya kuantitas ini dinilai Hasan harus diimbangi dengan kualitas literasi yang mumpuni, terutama untuk menepis stigma negatif mengenai instrumen keuangan tertentu.

Baca Juga : Jaga Kepercayaan Global, OJK Sambut Positif Keputusan MSCI Pertahankan Indonesia di Kategori Emerging Market

"Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah," tegas Hasan.

Hindari Euforia Tren, Rektor UNIDA Ingatkan Bahaya Penipuan Daring

Sebagai bentuk aksi nyata dari agenda ini, OJK mengapresiasi langkah pembukaan rekening efek massal yang dilakukan oleh para mahasiswa di Universitas Darussalam Gontor. Kendati demikian, Hasan mengingatkan agar kepemilikan akun investasi ini tidak disikapi dengan euforia buta atau sekadar ikut-ikutan tren tanpa memahami analisis risiko fundamental. Mahasiswa diimbau untuk selalu memegang teguh formula 2L, yaitu memastikan produk keuangan tersebut Legal dan Logis.

Baca Juga : Sokong Pertumbuhan Industri PVML, OJK Rilis Kebijakan Adaptif dan Aturan Khusus BNPL hingga 2027

Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, menyambut baik pembekalan ini. Menurutnya, literasi keuangan online adalah perisai utama agar generasi muda tidak terjebak dalam berbagai skema kejahatan siber yang marak saat ini.

"Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi yang dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka dari itu hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kalian semuanya," ungkap Hamid.

Rangkaian Agenda Sosialisasi Terpadu (SEPMT) 2026 di Jawa Timur

Baca Juga : Modus IPO Fiktif dan Jasa Pelunas Pinjol Palsu, Satgas PASTI Resmi Hentikan Universal Peak dan BAFI Group

Kuliah umum di UNIDA Gontor ini merupakan salah satu fragmen dari program masif Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang diusung OJK di wilayah Jawa Timur. Selain menyasar sivitas akademika, OJK juga menggelar serangkaian kegiatan paralel di kota-kota sekitar, meliputi:

Pemberdayaan ASN di Kediri: Pelaksanaan Sosialisasi Pasar Modal di lingkup Pemerintah Kota Kediri yang dirangkaikan dengan peresmian Galeri Investasi khusus bagi aparatur sipil negara.

Edukasi Publik via Udara: Gelaran talkshow interaktif mengenai literasi keuangan dan perlindungan investor di Radio Andika Kediri.

Baca Juga : OJK Panggil PT Toyota Astra Financial Services Terkait Dugaan Kekerasan Penagihan di Serang

Sosialisasi Bursa Karbon di Madiun: Penyelenggaraan forum pendalaman materi Perdagangan Karbon di Kota Madiun yang ditujukan bagi pelaku industri daerah serta Lembaga Jasa Keuangan, dengan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Lembaga Validasi-Verifikasi.

Melalui program SEPMT 2026 ini, OJK berharap akselerasi inklusi pasar keuangan dan pemahaman mengenai bursa karbon dapat berjalan merata di seluruh lapisan masyarakat.

BERITA TERKAIT