RAKYATKU.COM, BANJARMASIN – Langkah ekspansi strategis kembali ditunjukkan oleh Kalla Aspal dalam memperluas cengkeraman bisnisnya di sektor material konstruksi nasional. Mulai Juni 2026, perusahaan secara resmi telah mengoperasikan fasilitas pabrik aspal emulsi baru yang berpusat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kehadiran infrastruktur produksi ini dirancang untuk memotong rantai logistik sekaligus mempercepat distribusi aspal emulsi modern yang dikenal jauh lebih efisien serta rendah emisi.
Genjot Produksi Guna Pangkas Keterbatasan Suplai Regional
Baca Juga : Dari Avanza ke Zenix: Kisah Konsumen Menjaga Nilai Investasi Melalui Toyota
Sebelum menapakkan kaki di Banjarmasin, Kalla Aspal telah lebih dahulu mengoperasikan tiga pabrik serupa yang tersebar di Samarinda (Kalimantan Timur), Parepare (Sulawesi Selatan), dan Palu (Sulawesi Tengah). Penambahan titik di Banjarmasin ini kian memperkokoh dominasi perusahaan sebagai penyuplai komponen jalan yang adaptif terhadap laju pembangunan di koridor Kalimantan dan Indonesia Timur.
GM Marketing & Operation Kalla Aspal, Amril Arifin, memaparkan bahwa fasilitas industri teranyar ini memiliki kapasitas produksi terukur hingga 3 ton aspal emulsi. Volume tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 drum material siap pakai dalam durasi operasional kurang lebih enam jam kerja.
“Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 3 ton aspal emulsi yang mampu menghasilkan sekitar 10 drum dalam waktu kurang lebih enam jam produksi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mitra dan kontraktor di wilayah Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah,” urai Amril.
Kehadiran pabrik lokal ini juga menjadi jawaban atas keluhan para pelaku konstruksi daerah. Selama ini, pemenuhan kebutuhan aspal emulsi di daratan Kalimantan terhitung minim dengan beban harga perolehan yang relatif tinggi di pasaran.
“Adanya aspal emulsi dari Kalla Aspal tentunya akan semakin memudahkan para rekanan atau kontraktor dalam melakukan pengaspalan jalan hotmix di berbagai wilayah Kalimantan. Selama ini, pasokan aspal emulsi masih cukup terbatas dengan harga yang relatif tinggi,” tambahnya.
Keunggulan Berkelanjutan dan Agenda Ekspansi ke Pulau Jawa
Baca Juga : Beasiswa Kalla 2026 Dibuka, Mahasiswa Indonesia Timur Berpeluang Dapat Bantuan UKT hingga Semester 8
Dari kacamata teknis dan ekologis, aspal emulsi mengantongi segudang kelebihan jika dikomparasikan dengan varian aspal konvensional. Produk ini terbukti lebih hemat konsumsi energi, fleksibel karena dapat diaplikasikan pada temperatur suhu yang lebih rendah, serta ramah terhadap ekosistem sekitar berkat kemampuannya meminimalisasi pelepasan emisi karbon—baik saat fase manufaktur di pabrik maupun ketika proses pengelaran di proyek jalan raya.
Menatap persaingan ke depan, Kalla Aspal dipastikan tidak langsung berpuas diri. Usai merampungkan proyek Banjarmasin, komitmen penyediaan solusi jalan berkelanjutan ini akan dilanjutkan dengan membidik pasar barat Pulau Jawa.
Perusahaan secara resmi telah menetapkan wilayah Cilegon, Banten, sebagai destinasi pembangunan pabrik aspal emulsi berikutnya demi menyokong masifnya mega proyek infrastruktur di area penyangga ibu kota tersebut.