RAKYATKU.COM, PANGKAJENE – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek terus memperluas jangkauan proteksinya di luar program jaminan sosial konvensional. Tidak sekadar berfokus pada bantalan jaminan arus utama seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP), institusi ini kini gencar memaksimalkan program kesejahteraan sekunder bagi para tenaga kerja.
Salah satu langkah strategis yang direalisasikan adalah penyaluran fasilitas pembiayaan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) sektor perumahan berupa subsidi kredit konstruksi senilai Rp17,5 miliar kepada PT Griya Kencana Properti.
Sinergitas Pembiayaan Rumah Murah bagi Segmen Penerima Upah
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Kredit Konstruksi Rp17,5 Miliar, Makin Mudahkan Peserta Miliki Rumah
Kemitraan tripartit yang melibatkan BPJamsostek, Bank BTN, dan PT Griya Kencana Properti ini dirancang khusus untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan papan bagi para pekerja formal (Penerima Upah). Melalui suntikan modal konstruksi bernilai miliaran tersebut, pihak pengembang bersama Bank BTN berkomitmen mempercepat ketersediaan unit hunian layak bagi kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi kriteria administratif.
Kepala BPJamsostek Cabang Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muliyati Nasrun, mengungkapkan bahwa program MLT ini merupakan bukti kehadiran nyata negara dalam mendukung para pelaku industri konstruksi sekaligus memberikan stimulus kesejahteraan bagi buruh.
“Jadi kita ini punya manfaat lain selain JKK, JKM, JHT dan JP yaitu Manfaat Layanan Tambahan BPJamsostek dimana melalui layanan ini kita beri kesempatan untuk peserta Penerima Upah dalam memiliki rumah. Di sini Pemerintah hadir untuk masyarakat khususnya untuk pelaku konstruksi dalam membantu subsidi kredit konstruksi. Hari ini PT Griya Kencana Properti menerima MLT Rp17,5 miliar untuk bantuan kredit konstruksi, harapannya manfaat ini bisa dirasakan oleh perusahaan lainnya,” papar Muliyati.
Baca Juga : Cetak Sejarah di Indonesia, Pemkot Makassar Lindungi 45 Ribu Pekerja Rentan Lewat Program "Makassar Berjasa"
Ragam Fasilitas Finansial Berbunga Rendah untuk Peserta dan Developer
Selain Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), skema MLT Perumahan menjadi daya tarik utama karena menawarkan fasilitas keuangan dengan beban suku bunga yang kompetitif dan terjangkau bagi buruh maupun pengembang. Untuk bisa mengakses manfaat perumahan ini, tenaga kerja diwajibkan memenuhi syarat minimal kepesertaan aktif selama 1 tahun.
Fasilitas MLT perumahan didistribusikan ke dalam empat instrumen keuangan yang spesifik:
Baca Juga : Pemkot Parepare Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan, Lindungi 2.107 Pekerja Rentan
Bagi Tenaga Kerja (Peserta): Tersedia opsi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), serta Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) berbunga rendah.
Bagi Pengembang (Developer): Tersedia sokongan likuiditas berupa Kredit Konstruksi guna menjamin kelancaran pembangunan proyek perumahan pekerja.
Komitmen Perbankan dalam Menjaga Keberlanjutan Program Papan
Pada momentum penyerahan pembiayaan tersebut, Kepala CBC BTN Makassar turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh PT Griya Kencana Properti dalam mengintegrasikan produk perbankan BTN dengan program jaminan sosial BPJamsostek.
Pihak perbankan menegaskan komitmen penuhnya untuk menjaga sinergi ini demi memastikan akses perumahan bersubsidi tepat sasaran dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas bagi masyarakat pekerja di wilayah Sulawesi Selatan.