Senin, 29 Juni 2026 10:36
PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) bersinergi dengan Puskesmas Maccini Sombala menggelar Workshop Kader Posyandu di Madrid Hall, Akkarena, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Upaya percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di tingkat tapak memerlukan integrasi kuat antara otoritas kesehatan dan dunia usaha. Menjawab tantangan tersebut, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) bersinergi dengan Puskesmas Maccini Sombala menggelar Workshop Kader Posyandu di Madrid Hall, Akkarena, pada Jumat, 26 Juni 2026.

 

Langkah taktis ini ditujukan untuk mentransformasi kualitas pelayanan kesehatan primer langsung dari akar rumput melalui peningkatan kapabilitas para kader.

Implementasi CSR Berkelanjutan Lewat Pilar "Tangguh"

Baca Juga : GMTD Sukses Luncurkan The Hive Frontier dan Treetops

Pelatihan berskala lokal ini melibatkan sebanyak 80 kader yang mewakili 16 Posyandu di bawah wilayah kerja Puskesmas Maccini Sombala. Agenda ini merupakan realisasi dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) GMTD melalui pilar "Tangguh", yang menjadi bagian dari inisiatif kelompok usaha berskala nasional "Lippo Untuk Indonesia PASTI" (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen).

 

Mengusung tema "Kompetensi Kader Posyandu dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat", lokakarya ini memfokuskan pendalaman materi pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Standar ini meliputi rantai pelayanan komprehensif, mulai dari pemantauan ibu hamil, bayi, balita, kelompok usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga perawatan lanjut usia (lansia).

Chief Operating Officer GMTD, Jemmy Andreas Persang, mengemukakan bahwa indikator keberhasilan pembangunan sebuah kawasan mandiri tidak boleh terjebak pada kemajuan fisik semata, melainkan wajib ditopang oleh kualitas hidup manusianya.

Baca Juga : GMTD Perkuat Komitmen Sosial, Salurkan Bantuan ke Lima Panti Asuhan di Tanjung Bunga

"Kami percaya pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Puskesmas Maccini Sombala, kami berharap para kader Posyandu semakin siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih berkualitas bagi masyarakat," urai Jemmy Andreas.

Investasi Sektoral Melalui Sinergi Lintas Sektor

Apresiasi senada dikemukakan oleh Kepala Puskesmas Maccini Sombala, drg. St. Hamsia, M.Adm.Kes.. Dirinya memandang kehadiran sektor korporasi seperti GMTD bertindak sebagai akselerator yang sangat dibutuhkan untuk memotong kesenjangan aksesibilitas kesehatan di komunitas.

Baca Juga : GMTD Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Karyawan, Perkuat Kebersamaan di Bulan Ramadan

"Peningkatan kompetensi kader merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Dukungan dunia usaha seperti GMTD menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," tutur St. Hamsia.

Guna memastikan bobot keilmuan yang dipaparkan aplikatif, bengkel kerja ini menghadirkan dua pakar kompeten dari Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai narasumber:

Namchar Kautshar, SKM, MM, M.Kes: Membedah materi mengenai "Kader Kompeten untuk Kualitas Layanan Posyandu" dengan penekanan pada krusialnya fungsi preventif (pencegahan) dan promotif di lapangan.

Baca Juga : GMTD Wujudkan Pilar “Sejahtera” Lewat Aksi Sosial Lippo untuk Indonesia di Tanjung Bunga Makassar

Nuraeni, S.ST: Mengupas tuntas aspek "Keterampilan Pendampingan Ibu Hamil dan Menyusui", yang mencakup manajemen pemenuhan gizi, kampanye ASI eksklusif, hingga langkah taktis memutus rantai stunting sejak masa gestasi (kehamilan).

Intervensi Infrastruktur Kedokteran Dasar bagi 16 Posyandu

Selain memberikan modal edukasi teoritis dan ruang diskusi pemecahan masalah lapangan, PT GMTD Tbk turut mengintervensi keterbatasan fasilitas penunjang medis di pos pelayanan. Secara simbolis, manajemen menyerahkan bantuan sarana operasional berupa 16 unit timbangan bayi dan 16 unit timbangan dewasa terstandar untuk didistribusikan ke masing-masing Posyandu peserta.

Baca Juga : GMTD Rayakan HUT ke-27 dengan Tebar Kepedulian Lewat CSR di Panti Asuhan

Sebagai emiten properti terbuka yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GMTD—yang mengelola area kota mandiri modern seluas kurang lebih 1.000 hektar di kawasan Tanjung Bunga—menjadikan kolaborasi ini sebagai prototipe tata kelola lingkungan dan sosial yang sehat. Investasi pada kapasitas kader Posyandu ini diharapkan mampu menstimulasi lahirnya komunitas urban yang sehat, produktif, dan tangguh menghadapi dinamika kesehatan di masa depan.

BERITA TERKAIT