Sabtu, 13 Juni 2026 17:26
Program pendidikan vokasi Astra Honda sendiri telah berjalan sejak 2010 melalui implementasi kurikulum Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda di berbagai SMK mitra di Indonesia
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, KENDAL Kebutuhan industri otomotif terhadap tenaga kerja terampil terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri di berbagai daerah. Menjawab tantangan tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Astra Motor Jawa Tengah memperkuat program pendidikan vokasi melalui pengembangan Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

 

Fasilitas yang mengintegrasikan proses pembelajaran dengan praktik industri tersebut menjadi Pos AHASS Teaching Factory ke-31 yang dibangun AHM di Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri otomotif nasional.

Peresmian fasilitas tersebut turut disaksikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang menilai kolaborasi dunia usaha dan pendidikan menjadi faktor penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tengah percepatan pembangunan kawasan industri di wilayahnya.

Baca Juga : Haka Auto Bidik 40 Dealer BYD, Sulawesi Disiapkan Jadi Motor Pertumbuhan Kendaraan Listrik Nasional

Menurut Dyah, Kendal saat ini tengah berkembang sebagai salah satu pusat investasi dan manufaktur baru di Jawa Tengah, termasuk sektor otomotif. Karena itu, ketersediaan tenaga kerja kompeten menjadi kebutuhan strategis yang harus dipersiapkan sejak dini.

 

"Kami mengapresiasi kontribusi Astra Honda Motor dalam memperkuat pendidikan vokasi. Program seperti ini sangat relevan dengan arah pembangunan daerah yang sedang menyiapkan kawasan industri berdaya saing tinggi," ujarnya.

Kepercayaan yang diberikan kepada SMK Muhammadiyah 3 Weleri bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut sebelumnya berhasil meraih predikat SMK Mitra Binaan Astra Honda Best of The Best 2025 pada ajang Festival Vokasi Satu Hati 2026, sebuah penghargaan yang diberikan kepada sekolah vokasi dengan capaian terbaik dalam pengembangan kompetensi siswa bidang teknik sepeda motor.

Baca Juga : AHM Perkuat Konservasi Pesisir, Tanam 15.000 Mangrove untuk Dukung Ekowisata Tambaksari

Melalui konsep Teaching Factory, siswa tidak hanya mempelajari teori dan praktik di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan konsumen layaknya bengkel resmi Honda. Dengan demikian, peserta didik memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus memahami standar pelayanan industri yang sesungguhnya.

Pos AHASS TEFA Weleri dilengkapi empat pit servis yang mampu menangani hingga 16 unit sepeda motor per hari. Konsumen dapat menikmati berbagai layanan mulai dari servis berkala, penggantian oli hingga penyediaan suku cadang asli Honda.

Menariknya, seluruh pekerjaan servis dilakukan oleh siswa yang telah dinyatakan kompeten melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda. Selama proses berlangsung, mereka mendapatkan pendampingan langsung dari teknisi profesional AHASS guna memastikan kualitas layanan tetap memenuhi standar pabrikan.

Baca Juga : Sambut Hari Anak Nasional 2026, AHM Edukasi Budaya Keselamatan Berlalu Lintas ke Ribuan Anak

Bagi siswa, fasilitas ini menjadi laboratorium bisnis sekaligus tempat membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja.

Salah satu siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor, Nasrul Aburizal, mengaku pengalaman melayani pelanggan secara langsung memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran konvensional.

"Kami belajar menghadapi konsumen, memahami standar kerja industri, serta menerapkan keterampilan teknis secara nyata. Pengalaman ini sangat membantu ketika nanti memasuki dunia kerja," katanya.

Baca Juga : AHM Perketat Perlindungan Merek Oli Asli, Astra Motor Sulsel Ajak Konsumen Waspadai Peredaran Pelumas Palsu

General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menjelaskan bahwa pengembangan Teaching Factory merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi nasional.

Menurutnya, industri otomotif membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja profesional, pelayanan pelanggan, serta standar kualitas industri.

"Teaching Factory menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Siswa tidak hanya memperoleh kompetensi teknis, tetapi juga pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini," ujar Muhibbuddin.

Baca Juga : Honda Perkuat Kedekatan dengan Generasi Muda, Nakama Fest Ramaikan Kendari Lewat Gaya Hidup dan Pengalaman Berkendara

Program pendidikan vokasi Astra Honda sendiri telah berjalan sejak 2010 melalui implementasi kurikulum Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda di berbagai SMK mitra di Indonesia.

Melalui penguatan fasilitas berbasis industri seperti Pos AHASS Teaching Factory, AHM berharap lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

BERITA TERKAIT