Jumat, 12 Juni 2026 14:24
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Roda pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kota Makassar dipastikan akan diawasi secara ekstra ketat sepanjang bergulirnya Piala Dunia 2026. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengeluarkan instruksi tegas yang mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap mengedepankan etika kerja serta manajemen waktu yang profesional di tengah demam sepak bola yang melanda kota.

 

Langkah preventif ini diambil guna memastikan bahwa euforia pesta olahraga sejagat tersebut tidak mengorbankan hak-hak masyarakat yang membutuhkan pelayanan di instansi pemerintahan.

Menakar Hak Gaji dan Kepatuhan pada Kontrak Kerja

Baca Juga : Dua Aturan Baru Makassar Resmi Digodok: Parlemen Desak Reformasi Layanan Publik dan Penataan Ruang"

Wali Kota Munafri Arifuddin secara berbobot mengembalikan esensi kedisiplinan pada koridor hukum dan kontrak kerja yang telah disepakati oleh setiap abdi negara. Ia menegaskan bahwa ada pemenuhan kewajiban yang mutlak di dalam setiap hak yang diterima oleh pegawai.

 

"ASN itu terikat aturan yang jelas, ada akad dan perjanjian kerja yang harus dipenuhi. Mulai dari kewajiban datang kantor hingga pulang kantor dengan tepat waktu. Kepatuhan itulah yang mendasari mengapa mereka layak mendapatkan haknya dari negara," jelas Munafri Arifuddin.

Dengan penegasan tersebut, pihak eksekutif menutup ruang bagi adanya dispensasi terselubung atau pelonggaran jam kerja hanya karena alasan kelelahan menonton pertandingan sepak bola.

Baca Juga : Soroti BPR dan Terminal, Irwan Jafar: Tanpa Perubahan, PAD Sulit Naik

Manfaatkan Teknologi: Pilih Highlights Ketimbang Membolos

Sebagai solusi logis bagi para pegawai yang tidak ingin ketinggalan jalannya turnamen, Wali Kota Makassar menyarankan pemanfaatan media digital secara bijak. Di era modern ini, perkembangan informasi dan cuplikan pertandingan dapat diakses dengan mudah kapan saja di luar jam dinas.

Dibandingkan memaksakan diri begadang atau bahkan nekat membolos dari tanggung jawab kantor, para ASN didorong untuk menjadi penonton yang cerdas dan adaptif.

Baca Juga : DPRD Makassar Bongkar Anomali Parkir: Sewa Rp100 Ribu/Bulan Disorot, Potensi PAD Diduga Bocor

"Kalau memang ingin mengikuti jalannya Piala Dunia, kan bisa menonton tayangan ulang atau sekadar melihat cuplikan (highlights) pertandingannya saja. Itu jauh lebih bijak dan disarankan daripada harus mengorbankan pekerjaan dan memilih mangkir dari kantor," urai Wali Kota secara lugas.

Ego Kelompok di Warkop Jadi Sorotan Tajam

Selain masalah kehadiran fisik di kantor, Pemkot Makassar juga memberikan atensi serius pada perilaku ASN di ruang publik selama jam operasional. Munafri memberikan larangan keras bagi para pegawai yang kerap memanfaatkan waktu dinas untuk nongkrong di warung kopi (warkop) demi membahas hasil pertandingan.

Baca Juga : Reformasi Perencanaan Daerah Dimulai.Pemerintah Dorong Musrenbang Inklusif

Bukan tanpa alasan, selain menurunkan produktivitas, perdebatan sepak bola di ruang publik yang melibatkan aparatur sipil dinilai rawan memicu polemik yang tidak substansial.

"Kami ingatkan dengan tegas, jangan ada ASN yang nongkrong di warung kopi pada jam kerja. Selain mencederai disiplin, hal itu sering memicu kerumunan hingga perdebatan atau keributan yang sama sekali tidak berdasar dan tidak produktif," pungkasnya.

Melalui pendekatan manajemen kerja yang disiplin ini, Wali Kota Munafri Arifuddin ingin memastikan bahwa wajah birokrasi Kota Makassar tetap menunjukkan performa terbaiknya dan tidak ikut "terlena" oleh gegap gempita turnamen Piala Dunia 2026.

BERITA TERKAIT